Liga 1
Robert Alberts Pernah Ditawari Melatih di Eropa
Robert Alberts sudah puluhan tahun sebagai pelatih sepak bola. Karier kepelatihan pria asal Belanda itu sebagian besar dihabiskan di Asia
Menurutnya, Liga Inggris sangat kompetitif karena tak didominasi klub tertentu seperti di beberapa negara lain.
Robert menyebut Liga Jerman dikuasai Bayern Munchen, Liga Perancis didominasi Paris Saint Germain (PSG), sedangkan Liga Spanyol dikuasai dan Barcelona dan Real Madrid.
Ia juga menilai pertandingan-pertandingan di Liga Inggris seringkali mengejutkan alias di luar prediksi. Laga derbi juga sangat seru.
'Saya juga menikmati ketika ada tim yang sudah unggul 3-0, tetapi (ternyata) laga berakhir 3-3," katanya. Ia merujuk pada laga Tottemham Hotspur melawan West Ham, Minggu (18/10).
Tuah rumah sempat unggul cepat 3-0, tapi kemenangan itu batal karena tim tamu membalas tiga gol hanya dalam menit-menit terakhir menjelang bubaran.
Robert juga menikmati derbi Everton kontra Liverpool yang berakhir 2-2. Menurutnya, kedua klub menampilkan permainan atraktif, akurasi umpan yang bagus, pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
"Saya lebih fokus melihat tim yang fokus pada permainan menyerang dan bisa dilihat Liverpool melakukan itu. Filosofi yang sederhana tapi pemain paham betul apa yang harus mereka lakukan bersama-sama dan itu sangat menyenangkan untuk ditonton," ucapnya.
Topi Coklat Bersejarah
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts punya ciri khas saat memimpin latihan, konferensi pers, hingga pertandingan. Pelatih berpaspor Belanda itu selalu tampil santai.
Topi, jersey tim, celana pendek, dan sepatu nyaris selalu jadi satu paket setelan berpakaian Robert Alberts di sisi lapangan hijau.
Ia mengaku tak punya alasan spesifik untuk selalu memakai topi. "Alasan utamanya hanya agar menutupi wajah dari sinar matahari," ujar Robert kepada awak media belum lama ini.
Meski senang memakai topi, mantan pelatih Arema FC dan PSM Makassar ini mengaku tidak punya banyak koleksi.
Hanya, di antara koleksi yang sedikit itu, ada topi favoritnya hingga kini lantaran sejarah panjang penutup kepala itu.
Topi itu berwarna coklat, tetapi tidak menutupi seluruh bagian kepalanya. Topi itu tersebut berusia hampir setengah abad.
"Itu sangat bersejarah, didapat ketika saya masih aktif bermain bersama Vancouver (Vancouver Whitecaps, Kanada). Saat itu, kami berlibur ke Hawaii," kata arsitek tim Persib Bandung itu.