Breaking News:

Ketum The Jakmania Ungkap Tiga Momen Tak Terlupakan Daryono Saat Membela Persija

Diky Soemarno tampak hadir bersama dengan perwakilan The Jakmania lainnya pada prosesi pemakaman Daryono di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang

Editor: Toni Bramantoro
tribunnews.com/abdul majid
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno saat diwawancarai usai menghadiri prosesi pemakaman almarhum Daryono di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (9/11/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno tampak hadir bersama dengan perwakilan The Jakmania lainnya pada prosesi pemakaman Daryono di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (9/11/2020).

Diky yang hadir dalam prosesi tersebut terlihat turut memanjatkan doa di hadapan pusara almarhum Daryono.

Seperti diketahui, sebelum membela Badak Lampung FC, almarhum Daryono yang merupakan jebolan Persija U-21 sempat lama membela Macam Kemayoran.

Daryono juga jadi salah satu pemain yang membawa Persija Jakarta menjuarai Liga 1 pada 2018 silam.

Diky masih ingat betul kenangan saat Daryono membela Persija. Ia pun menyebutkan tiga momen yang tak bisa terlupakan salah satunya memerotes wasit atas keputusannya yang salah ketika Persija tampil di AFC Cup.

“Ada tiga hal yang paling saya ingat. Pertama pas Persela Lamongan lawan Persija ketika Daryono jadi kiper terus pemain Lamongan golin pakai tangan,” kenang Diky.

“Lalu yang lawan Persipura di Jakarta dia onfire banget dan yang ketiga waktu AFC Cup saat itu almarhum tidak main tapi dapat kartu merah karena memprotes keputusan wasit. Di situ terlihat totalitas dia dukung Persija,” sambungnya.

Lebih lanjut, Diky menilai sosok Daryono patut dicontoh pesepakbola lainnya lantaran kepribadiannya yang baik.

Ia bahkan sempat menyayangkan kepindahan Daryono ke Badak Lampung pada musim 2019 silam.

“Sosok almarhum jadi sosok yang perlu diteladani. Almarhum itu total dan loyal terhadap satu klub, tapi sayangnya di musim 2019 itu almarhum harus  memilih keluar dari Persija dan memperkuat tim lain,”

“Tapi memang sosoknya di Persija sangat ramah, humble, baik, murah senyum dan almarhum pastinya orang yang baik,” ujar Diky.

Sebelum meninggal dunia, almarhum Daryono dikabarkan berjuang melawan sakit yang ia alami sejam dua bulan lalu.

Daryono menjalani pengobatan di ruang ICU ketika di Lampung, lalu pihak keluarga memintanya dipulangkan ke Jakarta dan melakukan pengobatan pada pekan terakhir Oktober lalu.

Sejauh ini kabar yang menyeruak, penjaga gawang andalan Badak Lampung FC tersebut meninggal dunia karena sakit DBD.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved