Liga 1
Kabar Liga 1 - Robert Alberts Geram dengan Tindakan Bobotoh Usai Persib Gagal Juara Piala Menpora
Pelatih Perisb Bandung, Robert Rene Alberts geram dan mengecam tindakan anarkis Bobotoh usai Persib gagal juara Piala Menpora.
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengecam tindakan anarkis yang dilakukan sejumlah oknum bobotoh usai tim kesayangannya gagal juara Piala Menpora 2021.
Persib gagal meraih trofi usai ditumbangkan Persija dengan hasil agregat telak di babak final Piala Menpora.
Maung Bandung kalah dengan agregat 1-4 (0-2 dan 1-2) dari Persija dan harus puas berada di posisi runner-up.
Baca juga: Selebrasi Usai Persija Juara Piala Menpora, Tha Jakmania Penuhi Panggilan Polisi dan Minta Maaf
Baca juga: Presiden Klub Persija Jakarta Penuhi Panggilan Polisi, Ketua The Jakmania Absen

Kekalahan tersebut tentu saja membuat suporter Persib bandung merasa kecewa.
Akan tetapi, beberapa oknum bobotoh meluapkan kekecewaannya dengan cara yang salah.
Pada Minggu (25/4/2021) malam WIB, tepat setelah laga final leg kedua Piala Menpora 2021 berakhir, mereka ramai-ramai menyerbu Graha Persib di Jalan Sulanjana, Kota Bandung.
Di sana, mereka marah-marah sembari melempari gedung dengan batu serta suar.
Tidak hanya itu, sejumlah pengendara mobil berpelat nomor B Jakarta juga turut menjadi korban amukan oknum bobotoh.
Bahkan, salah satu keluarga kiper Persib, Aqil Savik, turut menjadi korban dari tindakan tak bertanggung jawab tersebut.
Baca juga: Pembelaan Robert Alberts Atas Kekalahan Persib dari Persija, Singgung Soal Kartu Merah
Baca juga: Jadi Runner Up, Tak Satu Pun Pemain Persib di Piala Menpora Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas
"Kami harus bisa membedakan bobotoh yang sebenarnya dengan hooligans. Itu adalah kategori yang berbeda," kata Alberts kepada wartawan, Selasa (27/4/2021), seperti dikutip Bolasport.com dari Kompas.
"Saya rasa, sangat penting bagi mereka untuk belajar mengapresiasi kerja keras tim jika benar-benar mencintai klub yang didukung," tegas pelatih asal Belanda itu.
Juru taktik asal Belanda itu sendiri memahami kekecewaan para suporter karena tim kebanggaannya dikalahkan.
Apalagi, kekalahan Persib terjadi di partai final dengan menghadapi musuh bebuyutan.
Alberts pun meminta kepada para suporter untuk bisa lebih mengapresiasi kerja keras yang dilakukan timnya.
Ia menekankan apresiasi tak melulu diberikan saat Persib berhasil meraih kemenagan.