Liga Inggris
Kabar Chelsea, Empat Masalah Besar yang Bisa Jegal Thomas Tuchel Musim Ini
belakangan, penampilan skuad asuhan Thomas Tuchel menunjukkan grafik penurunan. Ada empat masalah besar yang mengadang The BLues, berikut ulasannya
Pemain berusia 28 tahun itu sendiri mengakuinya dalam sebuah wawancara dengan UEFA.com pekan lalu.
“Cara saya membangun – saya cukup besar – semua orang berpikir saya semacam target man: hanya memegang bola dan menjadi pemburu gol. Tapi saya tidak pernah bermain seperti itu dan saya membencinya," katanya.
“Kekuatan terbesar saya adalah saya berbahaya ketika menghadap ke gawang, karena saat itulah saya jarang membuat pilihan yang salah.
“Setelah saya mengoper bola, saya tahu di mana saya harus memposisikan diri di dalam kotak. Saya bisa melakukan sedikit segalanya (pengoptimalan peluang) dan di beberapa pertandingan ketika saya tahu ada banyak ruang di belakang pertahanan, saya bermain secara berbeda. Alasan saya sangat produktif [di depan gawang] adalah karena saya bisa melakukan sedikit dari segalanya.”
Saran bagi Tuchel, mainkan kekuatan Romelu Lukaku dan striker Timnas Belgia itu mungkin bisa mencetak lebih banyak gol.
Baca juga: Berita Chelsea, Tuchel Ditawari Pemain yang Bisa Bikin Werner Gacor Lagi, Livramento Diminta Pulang
Siapa Pemain di Belakang Lukaku?
Baca juga: Berita Chelsea, Tuchel Sudah Punya Solusi Lini Tengah, Conor Gallagher Bikin Thierry Henry Terpana
Satu hal yang mungkin membantu Romelu Lukaku kembali menemukan performa yang dia tunjukkan di bulan pertama setelah pindah dari Inter adalah siapa pemain yang dipilih Thomas Tuchel untuk berperan sebagai penyerang di belakang sang striker.
Pelatih asal Jerman itu sering memilih bersama Mason Mount dan Kai Havertz, namun keduanya terbukti belum cukup tokcer di awal musim Liga Premier.
Mount memiliki satu assist dalam delapan penampilan di semua kompetisi.
Havertz mencetak satu gol dan satu assist dalam sembilan pertandingannya.
Secara fair, Romelu Lukaku butuh servis yang lebih baik dari apa yang dilakukan dua pemain tersebut.
Salah satu kekuatan terbesar dari skuad Tuchel adalah bahwa sang pelatih memiliki banyak pilihan untuk dua peran lini tengah menyerang.
Christian Pulisic adalah gelandang serang kelas dunia pada masanya, tetapi kontribusi sang pemain belum terlihat lagi sejak ia mencetak gol melawan Crystal Palace pada laga pembuka musim.
Hakim Ziyech cenderung melakukan peran itu secara baik ketika dia diberi kesempatan langka untuk bermain.
Tuchel juga disarankan untuk memainkan Timo Werner pada posisi kiri-dalam di lini serang alih-alih memainkan pemain Timnas Jerman itu sebagai penyerang tunggal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pelatih-kepala-chelsea-thomas-tuchel-kanan-berjabat-tangan-dengan-romelu-lukaku-kiri.jpg)