Breaking News:

Super Pandit

100 Gol Liga Inggris Sadio Mane dan Kisah Sepatu Usangnya yang Diremehkan

Sadio Mane, bocah dari kota kecil di Senegal bernama Bambali, yang sukses menjadi bintang di Liga Primer Inggris.

Lindsey Parnaby / AFP
Striker Liverpool asal Senegal Sadio Mane (tengah) merayakan setelah dia mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Liverpool dan Burnley di Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 21 Agustus 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Sadio Mane sukses menyumbangkan satu gol dalam kemenangan Liverpool saat bertandang ke kandang Watford, Vicarage Road dalam pekan ke delapan Liga Primer Inggris 2021/2022.

Satu gol yang disarangkan Mane ke gawang Ben Foster menggenapkan torehan golnya di Liga Primer Inggris menjadi 100 gol.

Dengan rincian, 79 gol bersama Liverpool dan 21 gol saat winger asal Senegal tersebut masih berseragam southampton.

Dirinya juga masuk dalam tiga besar orang afrika dengan jumlah gol terbanyak di Liga Primer Inggris, sang winger berada di bawah Didier Drogba (104) dan rekannya di Liverpool, Mohamed Salah (104).

Striker Liverpool asal Senegal Sadio Mane (tengah) merayakan setelah dia mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Liverpool dan Burnley di Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 21 Agustus 2021.
Striker Liverpool asal Senegal Sadio Mane (tengah) merayakan setelah dia mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Liverpool dan Burnley di Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 21 Agustus 2021. (Lindsey Parnaby / AFP)

Baca juga: Magis Roberto Firmino di Liverpool, Sutradara & Goal Getter Taktik Klopp, Layani Mo Salah Juga Mane

Baca juga: Hal-Hal Menarik Saat Liverpool Gunduli Watford 5-0, 100 Gol Mane Tanpa Penalti, Salah Samai Drogba

Perjalanan Mane dalam menitihkan karir untuk pesepakbola hebat seperti sekarang dilaluinya dengan berbagai jalan terjal.

Sadio Mane lahir di Sedhiou, Senegal tahun 1992. Ia diberarkan di desa kecil bernama Bambali, begitu jauh dari pusat kota di Senegal.

Mane kecil hidup penuh dengan kesusahan, kedua orang tua Mane begitu miskin hingga ia harus dititipkan kepada pamannya.

“Kedua orang tua saya sangat miskin. mereka selalu kesulitan untuk memberi saya makan,” kata Mane dilansir Shereefdeen Sawe.

Tinggal bersama sang paman, membuat Mane berada di lingkungan yang tepat, ia menjadi bocah yang begitu aktif bermain sepak bola bersama teman seusianya.

Namun, ia memainkan si kulit bundar bukan di lapangan, melainkan di jalanan sekitar rumah sang paman.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved