Breaking News:

Super Pandit

Kecemerlangan Lazio Terkam Tim Elit Serie A dengan 4-3-3 Ala Maurizio Sarri, Inter & Roma Korbannya

Menarik untuk melihat kiprah Sarri bersama Biancocelesti di Serie A musim ini, taktik 4-3-3 juru taktik berusia 62 tahun tersebut begitu agresif.

Marco BERTORELLO / AFP
Pelatih Italia Juventus Maurizio Sarri merayakan selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Juventus dan Lazio, pada 20 Juli 2020 di stadion Allianz, di Turin, Italia utara. Marco BERTORELLO / AFP 

TRIBUNNEWS.COM - Lazio sukses mengandaskan perlawanan Inter Milan dalam pekan ke delapan Serie A Liga Italia dengan skor mencolok 3-1.

Gol-gol Lazio berhasil disumbangkan oleh Ciro Immoblie, Felipe Anderson, dan Sergej Milinkovic-Savic.

Tim asuhan Maurizio Sarri tampil dominan dengan catatan penguasaan bola sebanyak 52%.

Mereka juga begitu agresif menyerang pertahanan Inter dengan menorehkan 8 shot on target.

Skema 4-3-3 milik Sarri begitu moncer, total 565 passing dengan statistik akurasi umpan mencapai 92%.

Penyerang Lazio asal Spanyol Pedro Rodriguez Ledesma (tengah) melakukan selebrasi dengan pelatih Lazio Italia Maurizio Sarri setelah mencetak gol dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia Lazio vs AS Roma di stadion Olimpiade di Roma pada 26 September 2021.
Penyerang Lazio asal Spanyol Pedro Rodriguez Ledesma (tengah) melakukan selebrasi dengan pelatih Lazio Italia Maurizio Sarri setelah mencetak gol dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia Lazio vs AS Roma di stadion Olimpiade di Roma pada 26 September 2021. (Vincenzo PINTO / AFP)

Baca juga: Berita Inter, Kode Keras Vlahovic, Kontrak Baru Fantastis Barella, Pelatih Lazio: Inter Calon Juara

Baca juga: Juventus Vs AS Roma, Dybala Diragukan, Tammy Cedera, Panggung Buat Moise Kean dan Shomurodov

Sang juara bertahan dibuat tunduk atas permainan cantik Biancocelesti, Lazio merangsek naik ke peringkat 5 klasemen Serie A dengan torehan 14 poin, hanya berjarak 3 angka dari Inter Milan-nya Simone Inzaghi.

Skema 4-3-3 ala Sarri atau biasa disebut Sarriball, memberinya kepercayaan diri untuk membuktikan prinsip pertahanan terbaik adalah menyerang.

Untuk mewujudkan ambisinya, eks pelatih Chelsea tersebut membutuhkan tim yang banyak dan kuat dalam hal menguasai bola.

Itulah yang menjadi alasan, tiap klub yang dilatih Sarri akan banyak melakukan pergerakan tanpa bola saat melakukan serangan.

Hal tersebut berguna dalam memecah konsetrasi lawan sekaligus menciptakan banyak ruang untuk semakin banyak menguasai pertandingan.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved