Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Kompetisi Liga 1 Diminta Dihentikan Sampai Ada Proses Evaluasi Penyelenggaraan Pertandingan
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dihentikan ada proses evaluasi penyelenggaraan sesuai standar FIFA.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dihentikan imbas kerusuhan pendukung sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Hingga kini dilaporkan sebanyak 127 orang menjadi korban meninggal dunia usai laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Baca juga: Korban Meninggal Dunia di Tragedi Laga Arema Vs Persebaya Telah Dipulangkan ke Pihak Keluarga
"Kita minta kompetisi Liga 1 dihentikan sampai pada batas waktu tertentu dan belum perlu dipastikan apakah pekan depan atau apa," kata Syaiful kepada wartawan, Minggu (2/10/2022).
"Ukurannya adalah satu kompetisi Liga 1 baru bisa kembali dilaksanakan ketika sudah ada proses evaluasi penyelenggaraan sesuai standar FIFA," imbuhnya.
Syaiful menyatakan, selama perbaikan belum dilaksankam dalam penyelenggaraan berbagai stadion, dia meminta federasi dan operator liga tak melanjutkan kompetisi.
"Saya minta supaya liga untuk tidak digulirkan sampai proses perbaikan evaluasi penyelenggaraan disesuaikan dengan standar FIFA," ujarnya.
Dalam pertandingan tersebut tuan rumah Arema FC harus mengakui keunggulan tim tamu Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.
LIB Hentikan Liga 1 Selama Sepekan
Sebelumnya PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi Liga 1 2022/2023 akhirnya mengambil keputusan tegas untuk menghentikan gelaran liga 1 selama sepekan.
Keputusan itu diambil, buntut dari peristiwa pilu yang terjadi pada pekan ke-11 lanjutan Liga 1 2022/2023.
Baca juga: Aturan FIFA: Petugas Keamanan Dilarang Gunakan Gas Air Mata di Pertandingan Sepakbola
Peristiwa itu terjadi pada pertandingan Derbi Jawa Timur, yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).
Usai pertandingan yang berhasil dimenangkan oleh tim tamu, Persebaya dengan skor 3-2 itu terjadi keributan massal di dalam dan luar stadion.
Dilaporkan beberapa fasilitas yang ada di dalam stadion mengalami kerusakan parah, hingga beberapa kendaraan kepolisian ikut menjadi sasaran pengerusakan.
Menurut informasi yang diterima, lebih dari 100 korban meninggal dunia yang jumlahnya sampai saat ini masih dalam konfirmasi.