Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Ratusan Orang Tewas, Tragedi Laga Arema FC vs Persebaya Jadi Sorotan Media Internasional
Tragedi kerusuhan di laga Arema FC vs Persebaya memakan ratusan korban jiwa meninggal, media internasional langsung beri sorotan.
Penulis:
Isnaini Nurdianti
Editor:
Claudia Noventa
TRIBUNNEWS.COM - Tragedi kerusuhan di akhir laga Arema FC vs Persebaya yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam WIB langsung menjadi sorotan media internasional.
Diketahui, kerusuhan di akhir laga Arema FC vs Persebaya menelan 127 korban jiwa.
Selain korban meninggal, puluhan orang mengalami luka-luka atas kerusuhan yang terjadi di akhir laga Arema FC vs Persebaya tersebut.

Baca juga: Imbas Tragedi Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Kanjuruhan hingga FIFA Jadi Trending Topic
Dari pantauan Tribunnews, terdapat tiga media internasional yang turut menyoroti insiden kerusuhan di akhir laga Arema FC vs Persebaya.
Terdapat media Mirror, The Guardian hingga New York Times ikut memberitakan terkait insiden berdarah tersebut.
Media Mirror Beri Sorotan
Yang pertama ada media online asal Inggris, Mirror.
Dalam judul beritanya, Mirror menuliskan "127 penggemar sepak bola tewas dalam kerusuhan massal yang melibatkan gas air mata saat liga ditangguhkan."
Bahkan, Mirror menuliskan peringatan saat memberitakan insiden tersebut.
Mirror menuliskan peringatan bahwa berita tersebut berisi konten yang menyedihkan.
"Sejumlah suporter sepak bola dilaporkan tewas setelah terjadi kerusuhan dalam pertandingan sepak bola Indonesia antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu malam," tulis Mirror, Minggu (2/10/2022)
Diikuti The New York Times
Kemudian, ada media online asal Amerika Serikat, The New York Times.
Dalam judul beritanya, The New York Times menuliskan "Lebih dari 100 Tewas dalam Kerusuhan Usai Pertandingan Sepak Bola Indonesia".
The New York Times juga terlihat memberitakan kronologi kejadian.
"Setelah kekalahan tim tuan rumah, para penggemar bergegas ke lapangan dan dihadang oleh polisi, yang menggunakan gas air mata."
"Dalam kepanikan yang terjadi, banyak yang terinjak-injak," tulis The New York Times, Minggu (2/10/2022)
Baca juga: Kompetisi Liga 1 Diminta Dihentikan Sampai Ada Proses Evaluasi Penyelenggaraan Pertandingan
Disusul The Gurdian
Lalu, ada media online asal Inggris, The Gurdian.
Dalam beritanya, The Gurdian menuliskan judul "Kerusuhan sepak bola Indonesia: 129 orang tewas setelah terinjak-injak dalam pertandingan".
Bahkan, The Gurdian juga mengutip informasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo.
“Lebih dari 120 orang meninggal, mereka meninggal karena kekacauan, kepadatan, terinjak-injak dan mati lemas,” tegas Wiyanto, dikutip dari The Guardian, Minggu (2/10/2022).
(Tribunnews.com/Isnaini Nurdianti)