Senin, 1 September 2025

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Ada Gas Air Mata saat Tragedi Kanjuruhan, Karim Rossi: Ini Stadion Sepak Bola, Bukan Zona Perang

Karim Rossi mengomentari terkait gas air mata yang digunakan saat terjadinya tragedi kerusuhan saat laga Arema FC vs Persebaya.

Editor: Claudia Noventa
AFP/STR
Dalam foto yang diambil pada 1 Oktober 2022 ini, sekelompok orang menggendong seorang pria usai pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Karim Rossi mengomentari terkait gas air mata yang digunakan saat terjadinya tragedi kerusuhan saat laga Arema FC vs Persebaya. (Photo by AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Pemain Dewa United, Karim Rossi ikut menanggapi terkait tragedi kerusuhan saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/2022) di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Karim Rossi mengomentari terkait gas air mata yang digunakan saat terjadinya tragedi kerusuhan saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Komentar Karim Rossi tentang gas air mata tersebut diketahui dari cuitan akun Twitter pribadinya @K_Rossi9, Minggu (2/10/2022).

Foto ini diambil pada 1 Oktober 2022 menunjukkan anggota tentara Indonesia mengamankan lapangan setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. - Sedikitnya 127 orang tewas di sebuah stadion sepak bola di Indonesia pada akhir 1 Oktober ketika para penggemar menyerbu lapangan dan polisi merespons dengan gas air mata, yang memicu penyerbuan, kata para pejabat. (Photo by AFP)
Foto ini diambil pada 1 Oktober 2022 menunjukkan anggota tentara Indonesia mengamankan lapangan setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. Karim Rossi mengomentari terkait gas air mata yang digunakan saat terjadinya tragedi kerusuhan saat laga Arema FC vs Persebaya. (Photo by AFP) (AFP/STR)

Baca juga: Abel Camara Ungkap Kronologi Tragedi Kanjuruhan: Lihat 7-8 Orang Meninggal di Kamar Ganti

Diketahui, pihak polisi menembakkan gas air mata saat banyaknya suporter yang terus merangsek turun ke lapangan.

Banyaknya suporter yang turun ke lapangan akibat dari kekalahan yang dialami Arema FC atas Persebaya.

Para suporter Arema FC merasa tidak menerima kekalahan yang dialami oleh Singo Edan.

Komentar Karim Rossi

Gas air mata diketahui menjadi salah satu penyebab dari banyaknya korban jiwa yang meninggal saat kerusuhan terjadi.

Saat gas air mata ditembakkan, banyak suporter yang langsung berlarian untuk keluar dari stadion.

Namun, hal itu membuat para suporter berdesak-desakan.

Karim Rossi pun heran mengapa ada gas air mata saat kerusuhan terjadi.

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa Kanjuruhan adalah stadion sepak bola, bukan zona perang.

Ia pun merasa bahwa hari kerusuhan adalah hal yang menyedihkan.

"Mengapa begitu banyak bom gas?"

"Saya tidak mengerti.. Ini stadion sepak bola bukan zona perang!"

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Persija Jakarta
4
3
1
0
11
2
9
10
2
Borneo FC
3
3
0
0
5
1
4
9
3
Arema FC
4
2
1
0
7
3
4
7
4
PSIM
4
2
2
0
5
2
3
8
5
Persebaya
3
2
0
1
6
3
3
6
© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan