Jumat, 1 Mei 2026

Timnas Indonesia

Susunan Pelatih Timnas Indonesia di Era Patrick Kluivert, Ada Leo Echteld hingga Regi Blinker

Enam tambahan pelatih Timnas Indonesia di era Patrick Kluivert, yakni Leo Echteld, Chesley ten Oever, Jordy Kluitenberg, Bram Verbruggen, Regi Blinker

Tayang:
ligaindonesiabaru.com
PELATIH TIMNAS INDONESIA - Kehadiran para staf pelatih Timnas Indonesia yakni, Denny Landzaat (kiri-1) Patrick Kluivert (kiri-2), Alex Pastoor (kanan-3), Sjoerd Woudenberg (kanan-2), dan Gerald Vanenburg (kanan-1) dalam pertandingan Liga 1 pekan ke-22 antara Dewa United vs Persija Jakarta di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (8/2/2025). Inilah susunan pelatih Timnas Indonesia di era Patrick Kluivert. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah susunan pelatih Timnas Indonesia di era Patrick Kluivert, total ada 10 pelatih dengan latar belakang yang berbeda yang akan bekerjasama dengannya.

Sepuluh pelatih tersebut adalah Alex Pastoor, Denny Landzaat, dan Gerarld Vanenburg sebagai asisten.

Lalu Sjoerd Woudenberg sebagai pelatih kiper.

Keempatnya sudah diketahui publik belakangan ini.

Terbaru, ada enam pelatih lagi yang masuk dalam daftar susunan pelatih Timnas Indonesia.

Mereka adalah Quentin Jakoba (pelatih fisik), Leo Echteld, Chesley Ten Oever (fisioterapis), Jordy Kluitenberg (video analis), dan Bram Verbruggen, Regi Blinker (team developer).

Mari melihat lebih dekat, bagaimana enam nama terakhir yang menjadi super tim pelatih Timnas Indonesia:

Kehadiran para staf pelatih Timnas Indonesia yakni, Denny Landzaat (kiri-1) Patrick Kluivert (kiri-2), Alex Pastoor (kanan-3), Sjoerd Woudenberg (kanan-2), dan Gerald Vanenburg (kanan-1) dalam pertandingan Liga 1 pekan ke-22 antara Dewa United vs Persija Jakarta di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (8/2/2025).
Kehadiran para staf pelatih Timnas Indonesia yakni, Denny Landzaat (kiri-1) Patrick Kluivert (kiri-2), Alex Pastoor (kanan-3), Sjoerd Woudenberg (kanan-2), dan Gerald Vanenburg (kanan-1) dalam pertandingan Liga 1 pekan ke-22 antara Dewa United vs Persija Jakarta di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (8/2/2025). (ligaindonesiabaru.com)

1. Quentin Jacoba

Quentin Jacoba merupakan pelatih fisik yang pernah bekerja sama dengan Patrick Kluivert saat menukangi timnas Curacao.

Palatih asal Curacao tersebut bertanggung jawab untuk meningkatkan kebugaran dan performa para pemain Timnas Indonesia.

Dengan latar belakang sebagai mantan pesepak bola profesional dia diharapkan dapat membawa pendekatan profesional untuk meningka daya saing skuad Garuda.

Baca juga: Profil Para Personel Super Team yang Diboyong Patrick Kluivert dari Belanda ke Timnas Indonesia

2. Leo Echteld

Leo Echteld merupakan pendiri dari layanan pusat kebugaran Fysiomed bersama Wouter Post sekitar 30 tahun lalu. Keduanya bekerja sama untuk mendirikan Fysiomed pada tahun 1991, menurut informasi dari situs resmi Fysiomed.

Pada tahun 1996, Fysiomed bekerja sama dengan Milanlab yang merupakan pusat multidisiplin untuk atlet papan atas.

Enam tahun berselang, pada tahun 2002 fisioterapis mereka menjadi bagian dari kesuksesan Korea Selatan di mana saat itu berhasil mencapai babak semifinal.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya Fysiomed, mereka kini memiliki fisioterapis, dokter ortomanual, dokter olahraga, ahli gizi, psikolog (olahraga), pelatih pribadi, dan spesialis lainnya.

Chesley ten Oever yang juga masuk dalam daftar susunan pelatih Timnas Indonesia sebagai fisioterapis merupakan anggota dari Fysiomed yang memegang ijazah magister.

Menurut rilis PSSI, Leo Echteld harus memastikan kebugaran fisik para pemain agar optimal, membantu pemulihan cedera, dan mendukung performa mereka di lapangan.

3. Chesley ten Oever

Seperti yang diungkapkan di atas, Chesley ten Oever merupakan bagian dari anggota Fysiomed. Dia memiliki pengalaman profesional sejak 2018 lalu.

"Dengan Chasley, latihannya harus keras atau tidak sama sekali," tulis pernyataan Fysiomed soal Chasley.

"Bakatnya adalah ketekunannya dan dia ingin melihat hal itu pada kliennya," sambungnya.

Bukan tidak mungkin para pemain timnas Indonesia akan mendapatkan porsi latihan yang lebih agar mendapatkan hasil maksimal.

Tentunya berdasarkan menu latihan dari para pelatih.

Chasley fokus pada penanganan masalah, seperti nyeri punggung dan leher, serta cedera di sekitar pinggul dan pangkal paha.

"Dia punya pendekatan yang menggabungkan fisioterapis, pelatihan pribadi, dan pelatihan performa olahraga untuk membantu klien mencapai kondisi fisik terbaik mereka," menurut informasi PSSI.

4. Jordy Kluitenberg

Jordy Kluitenberg akan bertugas sebagai video analis di Timnas Indonesia era Patrick Kluivert.

Berdasarkan catatan Transfermarkt, pekerjaan itu sudah ia jalani sejak 2020 ketika menukangi PEC Zwolle Youth.

Satu tahun berselang, dia bekerja untuk U21 klub tersebut di bawah pelatih kepala Niek Loohuis.

Lalu bekerja untuk Kees van Wonderen di klub Heerenveen pada tahun 2022 hingga 2023.

Jordy Kluitenberg juga pernah bekerja sama dengan Patrick Kluivert di klub Turki, Adana Demirspor pada tahun 2023 sebanyak 20 pertandingan.

"Kelebihan Jordy terdapat pada keahliannya menganalisis rekaman pertandingan untuk memberikan wawasan taktis, membantu tim menyempurnakan strategi mereka dan meningkatkan performa," menurut PSSI.

5. Bram Verbruggen

Bram Verbruggen seorang team developer dari Belanda yang saat ini bekerja untuk Go Ahead Eagles.

Dia berperan dalam membangun kohesi tim, mendukung pengembangan individu pemain, dan meningkatkan dinamika tim secara keseluruhan.

Bram Verbruggen memliki latar belakang psikologi konseling dan pernah bekerja di Valencia CF dalam mengelola program talenta internasional.

Menurut informasi Linkedin pribadinya, banyak tugas yang dia emban ketika bekerja untuk Valencia CF, salah satu klub raksasa di Spanyol.

Dia memiliki konektifitas yang kuat dengan berbagai negara di Eropa berkat pekerjaannya tersebut. Di antaranya Belanda, Jerman, Estonia, Denmark, AS, hingga Kanada.

Lebih dari 5.000 pemain berpartisipasi lebih dari 150 pelatih. Dia turut memiliki 200 pemain untuk melakukan perjalanan ke Valencia.

Sebelum di Valencia CF, dia juga seorang pencari bakat di Jerman dan Skandinavia.

Tugasnya mengidentifikasi dan mencari bakat pemain di daerah tersebut. Menyiapkan laporan mendalam tendang pemain untuk meningkatkan identifikasi bakat bagi calon perekrut akademi dalam kelompok usia 12 hingga 17 tahun.

Hal ini akan sangat berguna bagi pengembangan Timnas Indonesia di masa depan menghasilkan pemain muda yang akan menggantikan para senior mereka di skuad utama.

6. Regi Blinker

Regi Blinker memiliki tugas yang sama dengan Bram sebagai team developer.

Pria berusia 55 tahun kelahiran Paramaribo, Suriname tersebut memiliki jalan panjang saat menjadi pemain maupun sebagai pelatih pengembangan tim.

Mantan pemain sayap Belanda tersebut menjadi pendiri "Life After Football", sebuah majalah gaya hidup yang ditujukan untuk pemain sepak bola profesional.

Dia memiliki pengalaman yang luas sebagai ahli pengembangan sepak bola.

(Tribunnews.com/Sina, Abdul Majid)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
34
22
7
5
64
26
38
73
2
Man. City
33
21
7
5
66
29
37
70
3
Manchester United
34
17
10
7
60
46
14
61
4
Liverpool
34
17
7
10
57
44
13
58
5
Aston Villa
34
17
7
10
47
42
5
58
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved