Liga Champions
Hasil Final Liga Champions PSG vs Inter Milan, Gambaran Miris Sepak Bola Italia versi Marotta
Presiden Inter Milan, Beppe Marotta menggambarkan mirisnya persepakbolaan Italia lewat hasil pertandingan PSG dan Inter Milan di final Liga Champions.
TRIBUNNEWS.COM - Kekalahan Inter Milan atas PSG pada hasil final Liga Champions dengan skor 5-0, Minggu (1/6/2025) menimbulkan kesan jomplangnya kualitas kedua tim.
Hal itu seakan diamini oleh Presiden Inter Milan sendiri, Beppe Marotta.
Marotta memberikan tanggapan soal kekalahan tim yang ia awasi atas PSG dengan skor telak.
Mantan petinggi Juventus itu memberikan gambaran miris soal persepakbolaan Italia saat ini.
Menurutnya, tim-tim Liga Italia kini tak lagi memiliki pemain-pemain terbaik di dunia.
Demikian pula dengan kompetisi Liga Italia.
Serie A kini tak lagi dipandang sebagai surga sepak bola.
Sebagaimana hal itu pernah terjadi pada era 80-90an hingga awal 2000an.
Pemain-pemain kenamaan seperti Marco van Basten, Diego Maradonna, hingga Zinedine Zidane menjadi gambaran ketatnya persaingan kala itu.
Namun hal tersebut tak berbekas semenjak liga-liga lain melakukan modernisasi.
Liga Italia semakin tertinggal dalam hal mendatangkan pemain bintang.
Mereka tak bisa seenaknya membelanjakan uang di setiap bursa transfer.
Perpindahan paling fenomenal barangkali terjadi saat Cristiano Ronaldo menerima pinangan Juventus.
Selebihnya, tak ada lagi bintang sekaliber itu datang ke Negeri Pizaa.
Ketimpangan kualitas itu tercermin di final Liga Champions kali ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Reaksi-pelatih-Inter-Milan-Simone-Inzaghi-setelah-takluk-dari-PSG-di-final-Liga-Champions.jpg)