Jumat, 29 Agustus 2025

EFL Cup

MU Kalah dari Tim Divisi 4, Jadi Awal Runtuhnya Era Ruben Amorim?

Ruben Amorim pasti tidak akan pernah melupakan perjalanannya ke Grimsby. 

Penulis: Deny Budiman
Editor: Muhammad Barir
Instagram.com/manchesterunited
RUBEN AMORIM - Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim. 

Namun di balik semua itu, seperti ditulis Mark Ogden di ESPN,  masalah terbesar adalah sikap keras kepala Amorim mempertahankan formasi 3-4-3. 

Sistem itu jelas tidak berjalan di Premier League, membuat United kalah jumlah di lini tengah. 

Konsekuensinya, para penyerang kekurangan suplai bola, semakin diperparah oleh preferensi Amorim menggunakan winger inverted yang lebih suka menusuk ke dalam daripada mengirim umpan silang.

Kekacauan terlihat di semua lini. Tapi karena United sudah jadi tim berantakan hampir satu dekade dengan gonta-ganti pelatih setiap dua-tiga tahun, ada tekad untuk bertahan bersama Amorim sampai ia bisa memperbaiki keadaan. Sayangnya, badai ini terasa semakin panjang dan awan gelap makin menebal.

Amorim tidak bisa menghindari ejekan suporter Grimsby yang bernyanyi, “Kau akan dipecat besok pagi!” Mungkin ejekan itu belum benar-benar akurat untuk saat ini, tapi sulit mengabaikan rekor buruk Amorim. 

Ia diberi waktu dan kesabaran musim lalu karena mewarisi skuad bermasalah dari Erik ten Hag pada November, namun kini ini adalah tim versinya sendiri. Rasio kemenangannya adalah yang terburuk dibanding manajer United lainnya sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013.

Laga di Grimsby adalah pertandingan ke-45 Amorim sebagai pelatih United, dengan 19 di antaranya berakhir kekalahan. Ia bahkan menelan lebih banyak kekalahan ketimbang kemenangan (17) hanya dalam 10 bulan. Tapi kekalahan ini akan terasa paling menyakitkan, dan mungkin akan jadi garis batas yang menentukan.

United dan Amorim tidak bisa terus seperti ini. Grimsby seharusnya menjadi titik terendah, namun bersama tim ini, selalu ada kemungkinan keadaan bisa semakin buruk. 

 

Louis Saha: Kesalahan tak Termaafkan

MANTAN striker Manchester United, Louis Saha menyebut Setan Merah menunjukkan performa terburuk sepanjang sejarah dalam 45 menit pertama kontra Grimsby di ajang Carabao Cup. Tertinggal 0-2, United beruntung bisa menyamakan skor jadi 2-2 meski akhirnya kalah adu penalti dari tim divisi empat tersebut.

Kiper Andre Onana, kata Saha, menjadi puncak keterpurukan United kemarin. “Kesalahan-kesalahan dari Onana sungguh mengerikan sehingga kami kalah di babak pertama ini. Itu tidak bisa dimaafkan. Tidak jelas ke mana dia bergerak, tidak ada kontak dengan bola, matanya bahkan tidak fokus ke bola," kata Saha di ITV.

“Gol pertama (adalah kesalahannya), gol kedua (juga kesalahannya). Terlalu banyak kesalahan. Itu bukan Manchester United, dan saya rasa dia pun tahu,” kata Saha mengecam. 

 

Rekor Buruk Ruben Amorim di Manchester United 

Main: 45

Menang: 17

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
2
2
0
0
6
0
6
6
2
Tottenham
2
2
0
0
5
0
5
6
3
Liverpool
2
2
0
0
7
4
3
6
4
Chelsea
2
1
1
0
5
1
4
4
5
Nottm Forest
2
1
1
0
4
2
2
4
© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan