Liga Champions
Perbandingan Prestasi Vinicius dan Prestianni: Si Tukang Rasis Kalah Telak
Simak perbandingan prestasi Vinicius Junior dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Si pelaku rasis kalah telak dari penyerang Real Madrid.
Adapun prestasi individu, Vicinius berhasil meraih pemain terbaik Liga Spanyol 2022/2023 dan masuk nominasi pemain terbaik FIFA 2024.
Sebaliknya, karier Gianluca Prestianni masih berada pada tahap awal.
Sejauh ini, satu-satunya trofi yang pernah diraih oleh pemain asal Argentina itu bersama Benfica adalah Piala Super Portugal 2026.
Dari sisi kontribusi, pengalaman, maupun dampak di level elite Eropa, Prestianni masih jauh tertinggal.
Insiden di Estadio da Luz kembali menegaskan satu hal: rasisme tetap menjadi noda dalam sepak bola modern.
Namun Vinicius sekali lagi menunjukkan bahwa prestasi adalah bentuk perlawanan paling elegan.
Di saat Prestianni terjebak dalam kontroversi, Vinicius berdiri dengan kepala tegak dan membiarkan gol, kemenangan, dan deretan trofi berbicara untuk dirinya.
Reaksi Vinicius Soal Rasis
Penyerang Vinicius meluapkan kekecewaannya usai kembali menjadi sasaran rasisme. Ia menyebut para pelaku sebagai pengecut yang harus menutupi wajah mereka untuk menunjukkan keberanian, seraya menyinggung adanya pihak-pihak yang seharusnya menghukum tetapi justru memberi perlindungan.
Vinícius juga menyoroti kartu kuning yang diterimanya saat merayakan gol, keputusan yang menurutnya masih sulit dipahami.
Meski mengaku mengerti alasan di balik keputusan tersebut, ia menilai penerapan protokol dilakukan dengan buruk dan tidak memberikan manfaat nyata.
Pemain asal Brasil itu menegaskan dirinya tidak suka berada dalam situasi semacam ini, terlebih setelah kemenangan besar Real Madrid.
Namun, ia merasa perlu bersuara agar isu tersebut tidak terus berulang, meski seharusnya sorotan utama tertuju pada pencapaian timnya.
"Para rasis, di atas segalanya, adalah pengecut. Mereka perlu menutup mulut mereka dengan baju untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka," tegas Vinicius dikutip dari Diario AS
"Tetapi mereka mendapat perlindungan dari orang lain yang, secara teoritis, berkewajiban untuk menghukum mereka."
"Tidak ada yang baru dalam hidup saya atau dalam kehidupan tim saya yang terjadi hari ini. Saya menerima kartu kuning karena merayakan gol."
"Saya masih tidak tahu mengapa. Saya mengerti alasannya. Di sisi lain, itu hanyalah protokol yang dieksekusi dengan buruk dan tidak ada gunanya . Saya tidak suka muncul dalam situasi seperti ini, terutama setelah kemenangan besar dan ketika berita utama seharusnya tentang Real Madrid, tetapi ini perlu," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Ali)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Vinicius-dan-Gianluca-Prestianni-berebut-bola.jpg)