Liga Italia
AC Milan Pecahkan Rekor Keuntungan Modal, Sentuhan Jimenez dan Pobega Jadi Kunci
AC Milan mencatatkan rekor keuntungan modal dalam satu musim dengan mengalahkan catatan sebelumnya pada musim 2001/2002.
Klausul ini aktif setelah Bologna meraih poin pertama di bulan Februari, ketika mereka sukses mengalahkan Torino dengan skor 2-1 di laga tandang.
Berikut rincian lengkap keuntungan modal musim ini dengan total penjualan €91,7 juta:
- Malick Thiaw ke Newcastle: €32,2 juta (sekitar Rp639 miliar)
- Theo Hernandez ke Al Hilal: €22,1 juta (sekiar Rp438 miliar)
- Alex Jimenez ke Bournemouth: €15,5 juta (sekitar Rp307 miliar)
- Noah Okafor ke Leeds: €9,7 juta (sekitar Rp192 miliar)
- Tommaso Pobega ke Bologna: €7 juta (sekitar Rp139 miliar)
- Yacine Adli ke Al Shabab: €5,1 juta (sekitar Rp101 miliar)
Lampaui Rekor 2001/2002
Jika angka tersebut dikonfirmasi dalam laporan keuangan resmi per 30 Juni 2026, maka ini akan menjadi musim dengan keuntungan modal tertinggi dalam sejarah AC Milan.
Rekor sebelumnya terjadi pada musim 2001/2002 dengan €78 juta (sekitar Rp1,54 triliun), terutama berkat penjualan Francesco Coco dan Umit Davala ke Inter Milan.
Musim-musim lain yang masuk lima besar termasuk:
- 2009 – ketika Kaka dijual ke Real Madrid
- 2024/2025 – saat Tijjani Reijnders pindah ke Real Madrid
- 2012 – ditandai kepergian Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic ke Paris
Keberhasilan mencatatkan keuntungan modal besar memang membantu menyeimbangkan kerugian akibat absennya dari kompetisi Eropa.
Namun, pertanyaan besar tetap muncul: apakah strategi ini menjadi fondasi pembangunan ulang skuad atau sekadar langkah darurat untuk menstabilkan finansial?
Dengan musim panas yang masih panjang, AC Milan bisa saja menambah angka tersebut lewat transfer lanjutan.
Yang jelas, dari sisi neraca keuangan, Rossoneri tengah menjalani musim yang memecahkan rekor.
(Tribunnews.com/Ali)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Selebrasi-pemain-AC-Milan-setelah-mengalahkan-Roma.jpg)