Liga Champions
Epic Comeback! Atalanta Selamatkan Wajah Italia, Satu-satunya Wakil Negeri Pizza di 16 Besar UCL
Atalanta menulis comeback paling dramatis dalam sejarah mereka di Liga Champions. La Dea menang agregat 4-3 setelah tertinggal 2-0 di leg pertama.
"Itu DNA Atalanta," kata Palladino, dikutip dari Football Italia.
Bukan soal teknik semata, tapi keberanian mengambil risiko ketika segalanya di ujung tanduk.
"Saya tidak bisa berbuat apa-apa dari bangku cadangan, semuanya bergantung pada mentalitas para pemain, kedewasaan dan kepercayaan diri mereka," kata Palladino.
Palladino bahkan menyinggung bagaimana sepak bola Italia kerap terlalu keras mengkritik dirinya sendiri.
"Kita harus lebih konstruktif," ujarnya.
Baca juga: Comeback Juventus tak Berakhir Manis, Si Nyonya Tua Angkat Koper dari Liga Champions
Dan malam itu, para pemainnya menjawab dengan cara paling lantang yang akhirnya sukses membuat keajaiban.
Palladino menyebut, jika laga ini dimainkan enam minggu lalu, mungkin hasilnya berbeda. Namun Atalanta yang sekarang lebih matang.
Ia menilai para pemainnya tahu kapan harus menekan, kapan bertahan, dan kapan mempercepat ritme. Mereka tak panik saat agregat kembali imbang.
"Di menit-menit terakhir itu, para pemain melakukan segalanya, dengan sepenuh hati, kualitas, kecerdasan, dan kepintaran. Mereka melakukan sesuatu yang tak terlupakan," kata dia.
Raffaele Palladino pun mengakui bahwa kebangkitan Atalanta dari ketinggalan 2-0 untuk menyingkirkan Borussia Dortmund dengan agregat 4-3 'akan tercatat dalam sejarah' Liga Champions.
"Kami berhasil melakukan comeback yang akan tercatat dalam sejarah. Kami sangat bahagia, saya ingin berterima kasih kepada setiap pemain, mereka yang berada di lapangan, di bangku cadangan, di tribun, staf saya, Presiden Antonio Percassi, para direktur, dan semua penggemar," jelasnya.
(Tribunnews.com/Tio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Selebrasi-pemain-Atalanta-lolos-ke-babak-16-besar-Liga-Champions.jpg)