Selebrasi Lokal
Legenda AC Milan yang Kagum dengan Ancelotti Dukung Brasil di Piala Dunia 2026
Cafu percaya tangan dingin Ancelotti bisa mengembalikan identitas Brasil dan membuka jalan Selecao menuju kejayaan di Piala Dunia 2026.
Ringkasan Berita:
- Cafu yakin Carlo Ancelotti mampu mengembalikan identitas dan kepercayaan diri Brasil di Piala Dunia 2026.
- Cafu menilai kunci sukses Brasil juara 2002 bukan hanya kualitas pemain, tetapi juga persatuan, suasana positif, dan semangat tim.
- Pengalaman dan ketenangan Ancelotti diyakini bisa membawa Brasil minimal ke semifinal, bahkan kembali menjadi kandidat juara.
TRIBUNNEWS.COM - Legenda AC Milan medio 2003-2008, Cafu mengagumi mantan pelatihnya saat berseragam Merah-Hitam kebanggaan Rossoneri, yakni Don Carlo Ancelotti yang kini menjadi pelatih timnas Brasil di Piala Dunia 2026.
Cafu mendukung Ancelotti untuk mengembalikan identitas dan kepercayaan diri para pemain Brasil yang akan berjuang di Piala Dunia 2026.
Seperti yang juga dirasakan oleh Kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar Ekraf) Aceh Utara, Zulkifli yang menjagokan dan memfavoritkan timnas Brasil besutan Ancelotti
Brasil merupakan satu-satunya negara yang tidak pernah absen sejak Piala Dunia pertama tahun 1930. Tim Samba itu juga menjadi tim tersukses dengan koleksi lima gelar juara.
"Brasil memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Piala Dunia. Mereka tidak pernah absen dan sudah lima kali menjadi juara dunia. Karena itu saya menjagokan Brasil pada Piala Dunia 2026," ucap Zulkifli saat dikonfirmasi Serambi Indonesia.
Meski tercatat sebagai tim tersukses di Piala Dunia, Brasil dalam masa paceklik yang berkepanjangan.
Generasi Cafu menjadi yang paling akhir dalam masa kejayaan Brasil. Mereka memenangkan gelar Piala Dunia terakhir pada tahun 2002 di Jepang-Korea.
Lima edisi berikutnya, Brasil pulang dengan tangan hampa, bahkan ketika bermain sebagai tuan rumah tahun 2014 ketika mereka dihancurkan Jerman 7-1.
Pada masanya, Brasil berada di waktu yang tepat untuk meraih gelar juara, dihuni dengan pemain-pemain hebat dengan kualitas individu, faktor kepelatihan Felipe Scolari, hingga suasana ruang ganti yang begitu nyaman.
Semua terbaur menjadi satu kesatuan yang harmonis sehingga lawan sulit untuk mengalahkan Brasil.
"Felipe Scolari mengumpulkan kami dan mengatakan bahwa kita membutuhkan banyak kegembiraan," kenang Cafu saat bercerita kepada Gazzetta dello Sport.
"Ronaldinho tidak perlu disuruh dua kali dan memulai ritme yang membawa kami semua ikut terbawa. Sejak saat itu tim menjadi lebih rileks dan kami mulai menjalani setiap hari dengan lebih ringan."
"Tim itu sangat kuat, tetapi perbedaannya juga terletak pada persatuan, senyuman, dan keinginan untuk bersama," tambahnya.
Apa yang dirasa Cafu saat itu berharap ada dalam skuad tim Samba saat ini.
Ancelotti yang pernah bekerja sama dengannya bukan sosok kaleng-kaleng, pelatih asal Italia itu telah meraih banyak kesuksesan di klub dengan berbagai metode dan segudang pengalaman yang dia miliki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Timnas-Brasil-pada-Piala-Dunia-2026-tergabung-di-Grup-C-bersama-Maroko.jpg)