Timnas Indonesia
Masih Lincah Bermain Bola di Usia 69 Tahun, Rahasia Simon Tahamata Ternyata Tak Rumit
Setiap sentuhan bolanya seolah berbicara. Kontrol yang halus, umpan yang presisi, hingga visi bermain yang tajam, semuanya masih terjaga.
Masih Lincah Bermain Bola di Usia 69 Tahun, Rahasia Simon Tahamata Ternyata Tak Rumit
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lampu Lapangan B Gelora Bung Karno belum menyala dan gelap masih menyelimuti sudut lapangan, namun Simon Tahamata atau yang akrab disapa Om Simon sudah duduk, menunggu waktu dimulai.
Ya, Om Simon turut hadir dalam pertandingan fun football antara pengurus PSSI melawan PSSI Pers (wartawan peliput sepak bola Indonesia) yang diadakan pada Senin (16/3/2026) pukul 20.00 WIB.
Baca juga: Dua Pemain U-17 Indonesia Bisa Merumput di Belanda dan Belgia, Simon Tahamata: Kualitas Mumpuni!
Pria 69 tahun itu datang lebih awal dari yang lain, sekitar 15 menit sebelum dimulai.
Begitu lampu menyala. Om Simon tak banyak bicara, langsung bersiap. Sepatu dikenakan, pakaian diganti, dan tubuhnya mulai bergerak dalam pemanasan ringan.
Tak ada kesan bahwa ia hanya datang untuk sekadar meramaikan acara.
Saat pertandingan dimulai, Om Simon yang membela tim PSSI terlihat santai.
Gerakannya tidak tergesa, langkahnya terukur. Namun, setiap sentuhan bola seolah berbicara. Kontrol yang halus, umpan yang presisi, hingga visi bermain yang tajam, semuanya masih terjaga.
Puncaknya datang ketika ia melakukan solo run dari tengah lapangan. Dengan tenang, ia melewati pemain-pemain lawan yang usianya terpaut jauh, 30 hingga 40 tahun.
Satu per satu dilewati, termasuk penjaga gawang, sebelum akhirnya bola bersarang di gawang. Decak kagum pun tak terhindarkan.
Aksi tersebut seolah membawa semua orang kembali ke masa lalu, saat Simon Tahamata masih menjadi andalan di lini sayap Ajax Amsterdam, dengan kecepatan dan kelincahan yang menjadi ciri khasnya.
Meski hanya bermain dalam dua gim dengan durasi masing-masing 15 menit, kehadiran Om Simon memberikan lebih dari sekadar hiburan.
Ia menjadi pengingat nyata tentang arti konsistensi dan disiplin menjaga tubuh.
“Saya sudahan dulu ya, karena besok jam 6 sudah harus bangun. Saya setiap hari harus bangun pagi,” ujar Om Simon kepada Tribunnews.
Di usia yang tak lagi muda, Simon mengaku masih aktif bermain sepakbola. Gaya bermainnya pun tak banyak berubah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TETAP-BUGAR-Kepala-Pemandu-Bakat-Scouting-PSSI-Simon-Tahamata-1.jpg)