Liga Champions
Banyak Kontroversi, UEFA Godok Perubahan Aturan VAR, Jadi Era Baru?
UEFA tengah menyiapkan perubahan besar dalam penggunaan teknologi VAR di kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions UEFA.
Ini membuat pemain, pelatih, bahkan penonton menjadi bingung.
Karena itu, UEFA akan mengumpulkan perwakilan dari lima liga top Eropa—termasuk Bundesliga dan Ligue 1—untuk menyamakan cara penggunaan VAR.
Rencana Perubahan: Lebih Cepat dan Tidak Bertele-tele
UEFA tidak ingin menghapus VAR, tapi ingin membuat penggunaannya lebih ringkas.
Salah satu contoh perubahan yang sedang dibahas adalah pada situasi sepak pojok.
Ke depan, VAR hanya akan digunakan jika pelanggaran terlihat jelas sebelum bola kembali dimainkan.
Jika tidak, permainan akan langsung dilanjutkan tanpa menunggu review lama.
Tujuannya sederhana, yakni mengurangi jeda pertandingan dan menghindari keputusan yang terlalu dipaksakan lewat tayangan ulang.
UEFA ingin mengembalikan VAR ke prinsip awal, hanya digunakan untuk kesalahan yang benar-benar jelas (“clear and obvious”).
Artinya, bukan lagi untuk mencari kesalahan sekecil mungkin, tetapi untuk memperbaiki keputusan besar yang memang keliru.
Pada akhirnya, perubahan ini bertujuan menjaga keseimbangan.
Sepak bola tetap membutuhkan teknologi, tetapi juga tidak boleh kehilangan sisi manusiawi —emosi, spontanitas, dan alur permainan yang natural.
Pertemuan besar ini dijadwalkan berlangsung setelah Piala Dunia 2026, dengan tujuan jangka panjang menciptakan keseragaman penggunaan VAR di seluruh Eropa.
Jika rencana ini berhasil, reformasi ini bisa menjadi titik balik penting—mengembalikan VAR sebagai alat bantu, bukan penentu utama, dalam sepak bola modern.
(Tribunnews.com/Tio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/petugas-video-assistant-referee-var-di-var-room-stadion-manahan.jpg)