Piala Dunia 2026
Dedikasi Son Heung-min: Tolak Syuting Iklan Jelang Last Dance di Piala Dunia 2026
Son Heung-min menolak syuting iklan karena dedikasinya ingin fokus persiapan last dance-nya dengan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Ringkasan Berita:
- Son Heung-min membatalkan agenda syuting iklan terbaru demi menjaga kebugaran fisik dan mental menjelang Piala Dunia 2026
- Sponsor utama, Gatorade Korea, mendukung penuh langkah tersebut dengan tetap menggunakan materi iklan lama agar sang kapten bisa fokus berlatih
- Kepindahan Son ke LAFC di Amerika Serikat merupakan strategi adaptasi iklim demi memberikan performa maksimal pada turnamen yang dianggapnya sebagai kesempatan terakhir
TRIBUNNEWS.COM - Uang bisa dicari, tapi kejayaan negara tidak bisa ditunda. Itulah pesan kuat yang dikirimkan kapten tim nasional Korea Selatan, Son Heung-min, menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.
Di tengah jadwal padat bersama Los Angeles FC (LAFC), ikon sepak bola Asia ini mengambil langkah ekstrem dengan menolak semua agenda syuting iklan demi menjaga kondisi fisik dan mentalnya tetap prima.
Langkah ini bukan sekadar strategi biasa. Bagi Son, yang kini merumput bersama di Major League Soccer (MLS), Piala Dunia kali ini bukan sekadar turnamen empat tahunan.
Ini adalah pertaruhan kehormatan, yang kemungkinan besar menjadi tarian terakhir atau last dance sang legenda di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Keringat di Lapangan, Bukan di Depan Kamera
Keputusan Son untuk menepikan pundi-pundi demi persiapan teknis mendapat dukungan penuh dari para sponsor sebagaimana mengutip Korea JoongAng Daily.
Gatorade Korea, mitra setia yang telah bekerja sama dengan Son selama 12 tahun sejak Piala Dunia 2014, secara resmi mengumumkan pembatalan sesi pengambilan gambar terbaru mereka.
"Sejarah olahraga dibangun di atas tetesan keringat. Demi babak baru dalam sepak bola, kami memutuskan untuk membatalkan syuting iklan baru bersama Son Heung-min."
"Sebagai gantinya, kami akan menggunakan kembali materi iklan tahun lalu agar ia bisa terus berkeringat di lapangan latihan, bukan di lokasi syuting," tulis pernyataan resmi Gatorade Korea.
Sikap ini menegaskan betapa sakralnya persiapan kali ini bagi Son. Ia tidak ingin energinya terkuras saat fokusnya seharusnya tertuju pada taktik dan pemulihan fisik.
Baca juga: Nasib Jamal Musiala di Piala Dunia 2026 di Persimpangan Jalan, Nagelsmann Hadirkan Solusi
Misi Pribadi di Amerika
Kepindahan Son dari Tottenham Hotspur ke LAFC musim panas lalu rupanya merupakan bagian dari rencana besar.
Bermain di Amerika Serikat yang jadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko memberikan keuntungan adaptasi iklim dan lingkungan yang serupa dengan atmosfer pertandingan nanti.
Meski usianya kini menginjak 33 tahun, gairah Son tidak memudar sedikit pun. Ia sadar betul bahwa ekspektasi publik Korea Selatan ada di pundaknya.
"Saya sudah bisa merasakan, baik secara fisik maupun mental, betapa pentingnya musim panas ini bagi saya sebagai seorang pesepak bola," ungkap Son.
"Saya sedang mempersiapkan diri sebaik mungkin, tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga mental."
Baginya, hasil di lapangan hijau adalah cerminan dari dedikasinya. Ia percaya bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil, terlepas dari seberapa berat rintangan yang menghadang.