Laga Final Berlangsung Sengit, Dua Juara Turnamen MLSC Banjarmasin Ditentukan Gol Tipis
Dua final di kelompok umur yang berbeda yaitu KU-10 dan Ku-12 sama-sama menghasilkan skor tipis.
Laga Final Berlangsung Sengit, Dua Juara Turnamen MLSC Banjarmasin Ditentukan Gol Tipis
TRIBUNNEWS.COM - Turnamen sepak bola putri untuk kelompok usia bertajuk "MilkLife Soccer Challenge (MLSC)" Banjarmasin Seri 2 2025–2026 menutup rangkaian pertandingannya pada Minggu (3/5/2026) dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton.
Turnamen yang untuk pertama kalinya digelar di Banjarmasin ini berlangsung sejak 30 April di Green Yakin Soccer Field, Banjar, Kalimantan Selatan, dan langsung menunjukkan geliat positif perkembangan sepak bola putri di daerah tersebut.
Baca juga: Hasil Final Turnamen MLSC Bekasi: Muncul Dua Juara Baru, Persaingan Makin Ketat
Sebanyak 661 siswi dari 49 SD dan MI ambil bagian dalam kompetisi ini.
Mereka tergabung dalam 62 tim, terdiri dari 30 tim kategori usia 10 tahun (KU 10) dan 32 tim kategori usia 12 tahun (KU 12).
Jumlah ini menjadi indikator kuat bahwa minat terhadap sepak bola putri di Banjarmasin sebenarnya cukup besar, hanya sebelumnya belum memiliki wadah kompetisi yang memadai.
Di partai puncak, SDN Pagatan Besar keluar sebagai juara KU 10 setelah menang tipis 1-0 atas SDN Sungai Andai 4.
Sementara di KU 12, SDN Sungai Lulut 1 sukses menjadi kampiun usai menundukkan SDN Telaga Biru 1 dengan skor yang sama, 1-0.
Upaya Mencari Bibit Terbaik
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman, yang turut menyaksikan langsung laga final, menilai kehadiran turnamen ini sebagai jawaban atas kebutuhan kompetisi sepak bola putri di daerah.
Ia menegaskan pentingnya pembinaan sejak dini, tidak hanya untuk prestasi olahraga, tetapi juga untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
“Kita mencari bibit-bibit terbaik supaya sepak bola putri mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa depan. Perlu diingat tugas utama adik-adik adalah belajar, tapi salah satu modalnya adalah hidup sehat dengan olahraga dan gizi cukup. Saya juga mengajak orang tua dan guru untuk tidak hanya fokus pada hasil instan, tetapi mempersiapkan anak menjadi sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari sektor swasta.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, mengaku terkesan dengan tingginya partisipasi dalam gelaran perdana ini.
Ia menilai turnamen seperti MLSC tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter.
“Gelaran perdana ini mendapat sambutan positif, terlihat dari 661 siswi yang terlibat. MLSC adalah program yang tepat untuk mencetak atlet sepak bola putri masa depan. Kami berharap ini menjadi titik awal pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan, sehingga lahir lebih banyak srikandi sepak bola yang membanggakan Indonesia,” jelas Merlin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/final-MilkLife-Soccer-Challenge-Banjarmasin.jpg)