Liga Spanyol
Xabi Alonso Lega Tinggalkan Real Madrid, Situasi Internal Los Blancos Disebut Toxic
Alonso lega tinggalkan Real Madrid yang dinilai memiliki lingkungan toxic, menyusul konflik pertengkaran Valverde-Tchouameni dan Rudiger-Carreras.
Ringkasan Berita:
- Situasi ruang ganti Real Madrid disebut kacau setelah muncul berbagai konflik internal, sementara pelatih Alvaro Arbeloa menjadi sorotan karena dianggap gagal mengendalikan tim.
- Sejumlah laporan menyebut Arbeloa hanya dijadikan kambing hitam manajemen, bahkan situasinya dibandingkan dengan pengalaman Xabi Alonso yang dikabarkan tidak mendapat dukungan penuh dari direksi saat menangani klub.
- Alonso pun dikabarkan lega telah meninggalkan Real Madrid yang dianggapnya lingkungan toxic.
TRIBUNNEWS.COM - Situasi internal Real Madrid disebut tengah berada dalam kondisi kacau setelah muncul berbagai konflik di ruang ganti dalam beberapa hari terakhir.
Sorotan tajam kini mengarah kepada pelatih Alvaro Arbeloa yang dinilai gagal mengendalikan situasi tim.
Namun, sejumlah laporan menyebut Arbeloa sebenarnya hanya dijadikan kambing hitam oleh manajemen klub atas kondisi yang terjadi di ruang ganti Los Blancos.
Situasi tersebut bahkan disebut mengingatkan pada pengalaman Xabi Alonso beberapa bulan lalu di akhir masa baktinya bersama Real Madrid.
Kala itu, Xabi Alonso dikabarkan tidak mendapatkan dukungan penuh dari jajaran direksi saat hubungan di ruang ganti mulai memanas.
Presiden klub disebut lebih memilih berpihak kepada para pemain hingga akhirnya masa jabatan Alonso berakhir secara antiklimaks.
Menurut laporan Cadena SER, Alonso kini justru merasa lega sudah tidak lagi menangani Real Madrid.
Mantan gelandang Real Madrid itu bahkan dikabarkan mengakui kepada orang-orang terdekatnya bahwa menerima tawaran melatih Los Blancos merupakan sebuah kesalahan.
Alonso disebut merasa dirinya telah terhindar dari masalah besar setelah melihat berbagai konflik internal yang belakangan mencuat ke publik.
Beberapa insiden yang menjadi sorotan antara lain pertengkaran Aurelien Tchouameni dengan Federico Valverde, konflik Alvaro Carreras dengan Antonio Rudiger, hingga ketegangan antara Kylian Mbappe dan staf pelatih.
Baca juga: Titik Terang Perkelahian di Real Madrid: Berujung Denda Rp10 Miliar, Tchouameni Buka Suara
Selain itu, Arbeloa juga menjadi sasaran kritik dan penghinaan karena dianggap gagal menjaga stabilitas tim.
Kondisi tersebut dinilai telah merusak citra Real Madrid di mata publik sepak bola dunia.
Kini, manajemen klub disebut perlu segera mengambil langkah tegas untuk memulihkan kondisi ruang ganti.
Salah satu solusi yang dinilai penting adalah menghadirkan sosok pelatih dengan karakter kuat agar mampu mengendalikan para pemain dan meredam konflik internal yang terus berkembang.
Kronologi Pertengkaran Valverde dan Tchouameni
Keributan bermula saat sesi latihan Real Madrid pada Kamis (7/5/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pelatih-leverkusen-xabi-alonso-mengakui-para-penggemar-setelah-laga-liga-eropa.jpg)