Liga Inggris
Berkaca Kasus Roman Abramovich, Presiden Manchester City Didesak Pergi dari Inggris
Berkaca pada kasus Roman Abramovich di Chelsea, Presiden Manchester City didesak tinggalkan Inggris imbas konflik di Sudan.
“Jika pemerintah Inggris serius ingin menghentikan konflik mengerikan ini, hubungan Sheikh Mansour yang terdokumentasi dengan baik dengan RSF dan kepemilikannya atas Manchester City memberikan poin tawar-menawar yang sangat jelas,” ujar direktur FairSquare, Nick McGeehan.
Berkaca Kasus Roman Abramovich di Chelsea
Kasus ini pun memunculkan perbandingan dengan situasi yang pernah dialami mantan pemilik Chelsea, Roman Abramovich.
Pada tahun 2022, pemerintah Inggris membekukan aset Abramovich setelah invasi Rusia ke Ukraina. Situasi tersebut memaksa Chelsea dijual kepada konsorsium yang dipimpin Todd Boehly dan Clearlake Capital dengan nilai transaksi lebih dari 4 miliar poundsterling.
Hingga kini, Abramovich dan pemerintah Inggris masih terlibat perselisihan hukum terkait penggunaan hasil penjualan klub tersebut.
Apabila sanksi benar-benar dijatuhkan kepada Sheikh Mansour, maka ia berpotensi melanggar aturan Owners’ and Directors’ Test atau Uji Kelayakan Pemilik dan Direksi Premier League.
Aturan tersebut mengatur bahwa individu yang terkena sanksi tertentu dari pemerintah tidak diperbolehkan memiliki atau mengendalikan klub sepak bola profesional di Inggris.
(Tribunnews.com/Ali)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-uea-sheikh-mohamed-bin-zayed-al-nahyan-l-berbicara-dengan-pemilik-man-city-sheikh-mansour.jpg)