Senin, 11 Mei 2026

Liga Inggris

Berkaca Kasus Roman Abramovich, Presiden Manchester City Didesak Pergi dari Inggris

Berkaca pada kasus Roman Abramovich di Chelsea, Presiden Manchester City didesak tinggalkan Inggris imbas konflik di Sudan.

Tayang:
OZAN KOSE / AFP
PRESIDEN MAN CITY - Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed al-Nahyan (L) berbicara dengan pemilik Emirati Manchester City Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan selama pertandingan sepak bola final Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan Manchester City di Stadion Olimpiade Ataturk di Istanbul, pada bulan Juni 10, 2023. Berkaca pada kasus Roman Abramovich di Chelsea, pemerintah Inggris didesak untuk memberikan sanksi ke pemilik Manchester City, Sheikh Mansour bin Zayed Al-Nahyan, di tengah memanasnya konflik kemanusiaan di Sudan. 

“Jika pemerintah Inggris serius ingin menghentikan konflik mengerikan ini, hubungan Sheikh Mansour yang terdokumentasi dengan baik dengan RSF dan kepemilikannya atas Manchester City memberikan poin tawar-menawar yang sangat jelas,” ujar direktur FairSquare, Nick McGeehan.

Berkaca Kasus Roman Abramovich di Chelsea

(FILES) Dalam file foto ini diambil pada 21 Mei 2017 (FILES) Dalam file ini foto diambil pada 21 Mei 2017 Pemilik Chelsea dari Rusia Roman Abramovich bertepuk tangan, saat para pemain merayakan kemenangan gelar liga mereka di akhir pertandingan sepak bola Liga Premier antara Chelsea dan Sunderland di Stamford Bridge di London. Pemilik Chelsea Roman Abramovich pada 2 Maret 2022 menegaskan akan menjual klub Liga Inggris itu di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Miliarder Rusia Abramovich telah memutuskan bahwa itu adalah
MANTAN PEMILIK CHELSEA - (FILES) Dalam file foto ini diambil pada 21 Mei 2017 (FILES) Dalam file ini foto diambil pada 21 Mei 2017 Pemilik Chelsea dari Rusia Roman Abramovich bertepuk tangan, saat para pemain merayakan kemenangan gelar liga mereka di akhir pertandingan sepak bola Liga Premier antara Chelsea dan Sunderland di Stamford Bridge di London. Pemilik Chelsea Roman Abramovich pada 2 Maret 2022 menegaskan akan menjual klub Liga Inggris itu di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Miliarder Rusia Abramovich telah memutuskan bahwa itu adalah "kepentingan terbaik" dari pemegang Liga Champions jika dia berpisah dengan klub yang telah dia ubah sejak pembeliannya pada tahun 2003.  (Foto Arsip, Mei 2017) (Ben STANSALL / AFP)

Kasus ini pun memunculkan perbandingan dengan situasi yang pernah dialami mantan pemilik Chelsea, Roman Abramovich.

Pada tahun 2022, pemerintah Inggris membekukan aset Abramovich setelah invasi Rusia ke Ukraina. Situasi tersebut memaksa Chelsea dijual kepada konsorsium yang dipimpin Todd Boehly dan Clearlake Capital dengan nilai transaksi lebih dari 4 miliar poundsterling.

Hingga kini, Abramovich dan pemerintah Inggris masih terlibat perselisihan hukum terkait penggunaan hasil penjualan klub tersebut.

Apabila sanksi benar-benar dijatuhkan kepada Sheikh Mansour, maka ia berpotensi melanggar aturan Owners’ and Directors’ Test atau Uji Kelayakan Pemilik dan Direksi Premier League.

Aturan tersebut mengatur bahwa individu yang terkena sanksi tertentu dari pemerintah tidak diperbolehkan memiliki atau mengendalikan klub sepak bola profesional di Inggris.

(Tribunnews.com/Ali)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved