Selebrasi Lokal
Pro-Kontra Piala Dunia 2026: Pemain Ibarat Ternak, Kebugaran hingga Kualitas Turnamen Dipertaruhkan
Padatnya kompetisi level klub musim 2025/2026 berpotensi membuat para pemain kelelahan di Piala Dunia 2026.
Eks pemain Liverpool dan Timnas Inggris itu merasa agenda kompetisi sepak bola yang semakin padat termasuk Piala Dunia, bakal membuat pemain terbebani dengan masalah fisik hingga mental.
"Saya pikir para pemain top diperlakukan sedikit seperti ternak," akui Carragher dilansir BBC Sports.
"Jika mereka nantinya dikritik karena performanya di Piala Dunia,"
"Maka kita harus ingat betapa banyaknya laga yang mereka mainkan,"
"Dan ingat soal bagaimana beratnya tuntutan fisik serta mental yang mereka hadapi," tukasnya.
Kini, dengan semakin dekatnya agenda Piala Dunia, maka pertaruhan besar akan mewarnai keberlangsungan turnamen tersebut.
Entah perubahan besar ini akan menjadi langkah maju dalam dunia sepak bola, atau justru menghadirkan berbagai masalah baru.
Dua pendapat menarik pun disampaikan oleh Arnan Binafsihi (Wakil Ketua Oranje Indonesia), hingga Arizqi Romadhoni (Ketua Juventus Club Indonesia Chapter Banten) menyikapi efek domino padatnya kompetisi level klub terhadap Piala Dunia.
Dimulai dari Arnan Binafsihi.
Sosok yang kini menjadi wakil ketua Oranje Indonesia itu tak menampik padatnya kompetisi level klub hingga perubahan format Piala Dunia rawan menimbulkan risiko terutama masalah kebugaran pemain, termasuk cedera.
"Berisiko tentu berisiko karena memang ketatnya kompetisi di level klub dilanjut Piala Dunia, mereka seakan tidak punya waktu istirahat, mungkin ada cuma sedikit saja," kata Arnan dalam diskusi Piala Dunia di Podcast Youtube Tribunnews.
"Terutama cedera risiko, apalagi para pemain biasanya ingin tampil all out karena ingin menampilkan performa terbaik bersama negaranya masing-masing,"
"Padatnya agenda kompetisi yang berlanjut ke Piala Dunia apalagi sekarang formatnya 48 tim, berpotensi menimbulkan banyak risiko," tambahnya.
Pendapat berbeda justru disampaikan Arizqi Romadhoni yang menyebut padatnya jadwal kompetisi bisa membuat kebugaran pemain tetap terjaga.
Ketika ada risiko yang timbul termasuk cedera, sosok Ketua Juventus Club Indonesia Chapter Banten itu menganggap hal itu karena pemain terlalu ngotot bermain demi menjadi pahlawan di negaranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Trofi-Piala-Dunia-2026-di-Jakarta_20260122_194514.jpg)