Kamis, 4 Juni 2026

Selebrasi Lokal

Jepang Bukan Lagi Tim Kuda Hitam di Piala Dunia: Inggris, Brasil, dan Spanyol Pernah Disikat

Menghapus anggapan bahwa Jepang adalah tim kuda hitam di Piala Dunia 2026, namun bukan berarti tanpa masalah, ini kelemahan skuad Hajime Moriyasu.

Tayang:
Tribunnews.com via ChatGPT
TIMNAS JEPANG - Timnas Jepang pada Piala Dunia 2026 tergabung di Grup F bersama Belanda, Swedia dan Tunisia. - Menghapus anggapan bahwa Jepang adalah tim kuda hitam di Piala Dunia 2026, namun bukan berarti tanpa masalah, ini kelemahan skuad Hajime Moriyasu. 

Selebihnya, pemain yang dimiliki Hajime Moriyasu tersebar di berbagai kompetisi elit Eropa.

Media Spanyol, Marca menyebutkan Jepang disebut sebagai kuda hitam dimulai dari identitasnya. Tidak seperti beberapa tim yang bergantung pada bintang individu, Jepang telah membangun sistem yang berpusat pada disiplin, struktur, dan eksekusi kolektif.

Pendekatan itu kentara saat melawan Inggris di Wembley.

Anak asuh Moriyasu kompak dalam bertahan, membatasi ruang di lini tengah, dan berani memanfaatkan peluang.

"Mengalahkan tim Eropa yang secara tradisional kuat di kandang lawan membutuhkan lebih dari sekadar keberuntungan, dan Jepang menunjukkan tingkat organisasi yang sangat penting untuk kesuksesan turnamen," tulis Marca.

Faktor lain yang bisa menghilangkan predikat 'kuda hitam' untuk Jepang adalah faktor pengalaman.

Jepang konsisten lolos ke Piala Dunia dan mereka berhasil mengembangkan reputasi sebagai tim yang sulit dikalahkan.

Tim Samurai Biru mampu memberikan perlawanan sengit terhadap tim eli dan membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi situasi bertekanan tinggi.

Ketergantungan

Dalam tiga tahun terakhir, Moriyasu sama sekali tidak konservatif, dan itulah alasan mengapa Jepang bisa menjadi tim paling menarik saat Piala Dunia kembali digelar musim panas ini, menurut ESPN.

Moriyasu lebih menyukai formasi lima bek, namun jika melihat cara dia mengatur timnya formasi Jepang hampir menyerupai 3-2-4-1.

Sepanjang kualifikasi Piala Dunia zona Asia, Moriyasu menurunkan Ritsu Doan dan Kaoru Mitoma di posisi bek sayap. Dua pemain tersebut benar-benar berorientasi menyerang dan akan melakukan tugas defensif bila diperlukan.

Tetapi kemudian mereka memiliki kebebasan untuk menyalurkan serangan dengan insting dan kualitas yang mereka miliki.

Hal itu kemudian dipadukan dengan dua pemain nomor 10 dan ujung tombak yang memimpin lini depan, itu artinya Moriyasu menurunkan lima penyerang dalam susunan pemain intinya.

Belum lagi dengan Wataru Endo dan rekan duetnya yang bisa memberikan dukungan ke lini depan.

Ketika Jepang menguasai bola, seringkali ada tujuh pemain di sepertiga akhir lapangan dengan tiga bek tengah maju hingga garis tengah untuk merebut dan menjaga penguasaan bola dari lawannya.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
38
26
7
5
71
27
44
85
2
Man. City
38
23
9
6
77
35
42
78
3
Manchester United
38
20
11
7
69
50
19
71
4
Aston Villa
38
19
8
11
56
49
7
65
5
Liverpool
38
17
9
12
63
53
10
60
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved