Selebrasi Lokal
Raul Jimenez: Dari Cedera Mengancam Nyawa ke Gol Bersejarah di Piala Dunia 2026
Tangis Raul Jimenez & melompat tinggi usai mencetak gol kedua Meksiko ke gawang Afrika Selatan di Piala Dunia, gol emosi yang mengandung banyak arti.
Ringkasan Berita:
- Raul Jimenez menangis usai mencetak gol dalam kemenangan 2-0 Meksiko atas Afrika Selatan di laga pembuka Piala Dunia 2026.
- Gol itu menjadi simbol kebangkitannya setelah cedera kepala serius akibat benturan dengan David Luiz pada 2020 yang sempat mengancam kariernya.
- Jimenez kini mencatat 46 gol untuk Meksiko, hanya terpaut dari rekor Javier Hernandez sebagai top skor sepanjang masa timnas
TRIBUNNEWS.COM - Tangisan Raul Jimenez menjadi salah satu momen paling emosional dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Meksiko City, Jumat (12/6/2026).
Gol yang dicetak penyerang berusia 35 tahun itu pada menit ke-67 membantu Meksiko mengamankan kemenangan sekaligus memperkuat status mereka sebagai favorit di Grup A.
Sebelum turnamen dimulai, Football Enthusiast Bayu Ajianto sudah menjagokan Meksiko untuk melaju sebagai juara grup. Faktor tuan rumah dan keberadaan pemain berpengalaman seperti Raul Jimenez dinilai menjadi modal penting bagi El Tri.
"Saya menjagokan Meksiko sebagai juara grup karena faktor tuan rumah. Untuk runner-up saya memilih Korea Selatan. Republik Ceko bisa finis ketiga dan masih berpeluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik," kata Bayu dalam Podcast SUPER TAKTIK di Youtube Tribunnews.
Menurut Bayu, Grup A memang bukan grup yang paling kuat di Piala Dunia 2026. Namun justru karena kekuatan para pesertanya relatif merata, persaingan menjadi sulit diprediksi.
"Satu hasil imbang atau bahkan satu gol saja bisa menentukan siapa yang lolos dan siapa yang tersingkir."
Ucapan Bayu seolah terbukti dalam laga pembuka. Ketika pertandingan berjalan ketat, Raul Jimenez muncul sebagai pembeda.
Penyerang veteran Meksiko itu mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Roberto Alvarado dari sisi kanan.
Setelah bola bersarang di gawang Afrika Selatan, Jimenez langsung melompat merayakan gol sambil mengangkat kedua tangan ke langit.
Namun tak lama kemudian, air matanya pecah di hadapan puluhan ribu pendukung Meksiko yang memenuhi Stadion Azteca.
Tangisan itu bukan sekadar luapan emosi setelah mencetak gol di Piala Dunia. Momen tersebut menjadi simbol kemenangan pribadi atas perjuangan panjang yang hampir mengakhiri kariernya.
Cedera yang Hampir Merenggut Segalanya
Hampir enam tahun lalu, tepatnya pada 29 November 2020, Jimenez mengalami salah satu cedera paling mengerikan dalam sepak bola modern.
Saat membela Wolverhampton Wanderers melawan Arsenal di Liga Inggris, ia terlibat benturan kepala keras dengan bek Arsenal, David Luiz.
Benturan tersebut membuat Jimenez tak sadarkan diri di lapangan. Situasi itu menimbulkan kepanikan di antara pemain, staf pelatih, hingga keluarganya yang menyaksikan pertandingan.
Tim medis segera memberikan oksigen sebelum Jimenez dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BENDERA-TIMNAS-MEKSIKO-Grafis-Bendera-Timnas-Meksiko-di-Piala-Dunia-2026.jpg)