Breaking News:

Aplikasi Tik Tok

Viral Fenomena Bowo Tik Tok, Anji Berikan Tanggapannya: Apa yang Salah?

Baru-baru ini pemberitaan dihebohkan dengan sosok remaja berusia 13 tahun bernama Bowo Alpenliebe yang menjadi viral di media sosial.

YouTube Anji Manji
Anji berikan tanggapannya soal Bowo Tik Tok 

"Mungkin kamu akan tetap laris karena kamu ganteng atau kamu cakep, tapi akan berapa lama sih yang kayak gitu?"

"Karena akan selalu ada orang-orang yang ganteng dan cantik yang mungkin bisa ngalahin kamu, jadi hati-hati aja,"

Akhirnya, Anji pun menutup pendapatnya dengan kesimpulan yang ia buat.

"Nah, itu pendapat saya, meet and greet berbayar, nggak apa-apa, wong ada yang mau bayar kok. Star syndrome? Yaudah biarin aja,"

"Kalau mereka star syndrome mereka sendiri yang akan kemakan sama popularitasnya,"

"Selama kita nggak dirugikan, menurut saya nggak apa-apa, karena beberapa orang yang melakukan meet and greet berbayar, menurut saya itu oke,"

"JKT 48, bahkan salaman saja bayar, untuk teman-teman yang tahu pasti ngerti,"

"Itulah mengapa, mereka sebagai idol grup, konsep itu bertahan dengan baik sampai hari ini,"

"Beda sama boyband atau girlband yang akhirnya runtuh satu persatu,"

Simak video tanggapan Anji selengkapnya di sini!


Tik Tok diblokir

Melansir dari Kompas.com pada Rabu (4/7/2018), Tik Tok resmi diblokir di Indonesia pada Selasa (3/7/2018) malam.

Pada Selasa malam, aplikasi Tik Tok sudah tidak bisa diakses.

Saat dibuka, antarmuka aplikasi tersebut hanya menyodorkan pemrosesan (loading) konten.

Pemblokiran aplikasi ini diungkapkan oleh Dirjen Aptika Kominfo. Samuel Pangerapan yang menjelaskan bahwa Tik Tok diblokir sejak Selasa siang.

“Kominfo melakukan pemblokiran aplikasi Tik Tok dengan 8 DNS-nya,” kata dia pada KompasTekno via pesan singkat.

Menurutnya, pemblokiran dilakukan atas dasar hasil pemantau tim AIS Kominfo, pelaporan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen PPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta masyarakat luas.

“Pelanggaran konten yang ditemukan antara lain pornografi, asusila, pelecehan agama, dan lain-lain,” ujarnya.

Namun Samuel mengatakan bahwa pemblokiran ini bersifat sementara sampai ada perbaikan dan pembersihan konten-konten ilegal dari pihak Tik Tok.

(Tribunnews.com/Natalia Bulan Retno Palupi)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved