Breaking News:

Making Indonesia 4.0 Andalkan IoT

Langkah pemerintah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0 telah dilakukan.

Istimewa
Diskusi Tahunan "IoT for Making Indonesia 4.0 dalam rangka HUT ke-7 IndoTelko.com, Selasa (27/11). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --  Langkah pemerintah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0 telah dilakukan.

Peta jalan yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian ini menjadi strategi dan arah yang jelas dalam pengembangan industri nasional yang berdaya saing global.

Aspirasi besar dalam Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, ada lima sektor manufaktur yang akan dijadikan pionir, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektonika.

Implementasi Industri 4.0 di manufaktur sangat terkait dengan penyediaan infrastruktur dan teknologi informasi dan komunikasi antara lain: Internet of Things (IoT), Big Data, Cloud Computing, Artificial Intellegence, Mobility, Virtual dan Augmented Reality, sistem sensor dan otomasi.

"IoT akan menjadi salah satu backbone dari adopsi Revolusi Industri 4.0 di Indonesia. Sejak dua tahun lalu kami bersama Indonesia IoT Forum telah mendorong adanya regulasi untuk mengantisipasi "The Next Big Thing" di industri telekomunikasi ini. Alhamdulillah pemerintah dalam hal ini Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementrian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan sejumlah regulasi yang akan membuat IoT akan semakin besar di Indonesia," ungkap Founder IndoTelko Forum, Doni Ismanto Darwin dalam Diskusi Tahunan "IoT for Making Indonesia 4.0 dalam rangka HUT ke-7 IndoTelko.com, Selasa (27/11/2018).

IoT merujuk pada jaringan perangkat fisik, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan barang-barang lainnya yang ditanami perangkat elektronik, perangkat lunak, sensor, aktuator, dan konektivitas yang memungkinkan untuk terhubung dengan jaringan internet maupun mengumpulkan dan bertukar data.

"Isu krusial dalam adopsi IoT nanti terkait konektifitas, data security, interperobilitas, dan lainnya. Saya harapkan draft Peraturan Menteri untuk spektrum frekuensi dan standarisasi perangkat IoT bisa disahkan tahun ini agar pelaku di industri ini ada kepastian hukum mengembangkan bisnisnya," harapnya.

Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo menyatakan instansinya siap mendukung para pelaku industri untuk menciptakan ekosistem IoT dengan payung hukum yang kuat.

“Terkait regulasi, harus ada payung hukum dalam pengembangan IoT ini. Kalau misalnya Undang-Undang terlalu berat maka perlu Peraturan Pemerintah untuk memayungi para pelaku industri yang ingin bertransformasi ke 4.0. Kami di Kominfo menyatakan kalau tidak bisa membantu, maka jangan jadi pengganggu,” kata Ismail.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved