LDII Mengantisipasi Tren Digital dan Disrupsi Ekonomi

Lokakarya yang akan digelar 10-13 September di Jakarta ini akan dihadiri sejumlah praktisi ekonomi dan pendidikan.

LDII Mengantisipasi Tren Digital dan Disrupsi Ekonomi
Handout
Kiri ke kanan: Tonang Efendi, Anggota Departemen Pendidikan dan Pelatihan LDII, Prasetyo Sunaryo Ketua LDII, Rioberto Sidauruk Sekretaris LDII. 

Dunia Pendidikan dan Ekonomi, LDII Bersiap Menyambut Era Digital

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyikapi tren teknologi digital yang semakin dinamis saat ini, ditandai dengan meningkatnya penggunaan smartphone, internet dan otomatisasi di beragam lini kehidupan, DPP LDII akan menggelar lokakarya nasional tentang pendidikan dan ekonomi digital.

Lokakarya yang akan digelar pada 10-13 September 2019 di Jakarta dan akan dihadiri sejumlah akademisi dan praktisi di bidang pendidikan dan ekonomi.
Dari sisi teori, lewat seminar ini peserta bisa memahami gejala atau fenomena, sementara para praktisi akan memberikan pengalamannya di era digital dan industri 4.0.

Lokakarya nasional ini menjadi penting, pasalnya, dunia sedang diterjang gelombang industri 4.0.

“Era digital yang termasuk didalamnya Industri 4.0 ini menciptakan perubahan besar, di bidang ekonomi, yang mengubah cara orang berproduksi, berinvestasi, distribusi dan konsumsi. Sementara di dunia pendidikan, dunia digital memberi pilihan-pilihan bagaimana siswa belajar dari sisi substantif, yang juga perlu penyesuaian metoda dan instrument pembelajarannya," ujar Ketua LDII Prasetyo Sunaryo dalam keterangan pers tertulis kepada Tribunnews, Sabtu (24/8/2019).

Prasetyo menambahkan, era disrupsi diupayakan menjadi era peluang, yang memindahkan aktivitas sosial, politik, dan ekonomi dari alam nyata ke alam maya, memang memerlukan upaya serius.

Menurut Prasetyo, semua manusia tak ada yang berpikir bahwa dunia bisa seperti ini.

Terjadinya economic shifting sangat terasa, yang mengakibatkan taksi dan rental mobil kewalahan menghadapi taksi online.

Bahkan kini pameran komputer sepi, karena masyarakat bisa beli secara online, demikian pula retail.

Sementara di bidang pendidikan, dunia digital sangat memungkinkan lembaga-lembaga kursus atau les, harus mengubah proses pembelajarannya, karena terdapat aplikasi yang memungkinkan siswa atau orangtua memilihkan guru les, seperti ruangguru.com dan aplikasi cara memperoleh knowledge/pengetahuan.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved