Breaking News:

Kemenperin Harus Turun Tangan Cegah Maraknya Cloning IMEI

Saat ini dengan software yang ada di Google Play Store, HP yang baru dan aktif pun bisa dicloning dengan mudah

Tribunnews/Miftah
Tampilan IMEI yang terdaftar di database Kemenperin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rancangan Peraturan Menteri tentang Pembatasan Akses Layanan Telekomunikasi Bergerak Selular pada Alat dan atau Perangkat Telekomunikasi belum ditandatangani, kini muncul kekhawatiran mengenai penggunaan International Mobile Equipment Identity (IMEI) ‘zombie’ pada perangkat telekomunikasi yang beredar di masyarakat.

IMEI zombie adalah perangkat telekomunikasi yang menggunakan IMEI dari HP bekas yang sudah rusak dan tidak berfungsi lagi.

Ian Joseph Matheus Edward, pengamat telekomunikasi melihat fenomenaperangkat telekomunikasi yang menggunakan IMEI bekas bukan suatu yang baru.

Saat ini dengan software yang ada di Google Play Store, HP yang baru dan aktif pun bisa dicloning dengan mudah.

“Gampang jika mau cloning IMEI tinggal download di Google Play Store. Bahkan HP yang masih aktif pun kita bisa cloning dengan mudah hanya dengan modal mengetahui IMEI dari kardus HP. Itu programnya namanya IMEI generator," kata Ian dalam keterangannya, Senin (30/9/2019).

IMEI, kata Ian sesungguhnya merupakan software yang dilekatkan di hardware.

"Sama seperti mobil yang diberi plat nomer,  IMEI bukan nomer rangka atau mesinnya,” katanya.

Baca: Sistem Informasi Berbasis IMEI Ponsel Tak Sedot Data Pribadi Pemilik

Sejatinya IMEI memang no yang unik yang disematkan diperangkat telekomunikasi melalui software.

Vendor handset mendapatkan IMEI dengan no unik tersebut dari GSMA (Global System for Mobile Communications Association).

Namun seiring dengan kemajuan teknologi IT, HP yang sudah mati, IMEI-nya bisa dipergunakan lagi untuk beberapa handset.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved