Surat Perpisahan Achmad Zaky untuk Karyawan 'Saat Awal Mula Rintis Bukalapak Ala Kos-kosan'
Ia pun bangga saat ini Bukalapak dapat memberikan banyak manfaat kepada jutaan masyarakat Indonesia lewat layanan jual-beli Bukalapak.
Selanjutnya saya akan berperan sebagai Pendiri/Pemilik dan Advisor Bukalapak. Walau tidak aktif day to day, saya akan terus mendampingi Rachmat bersama Fajrin dan Xinuc. Bagaimanapun Bukalapak sudah seperti anak saya sendiri.
So, pastinya saya akan masih main-main di kantor baru kita yang keren ini. Setelah melewati satu dekade yang panjang, sudah saatnya pula saya memikirkan hal-hal lain yang lebih luas.
Saya akan banyak meluangkan waktu menjadi mentor bagi ecosystem startup/entrepreneurship di luar sana, agar industri kita semakin membesar, makin banyak lapangan kerja tercipta nantinya. Banyak masalah di bidang-bidang lain yang perlu diselesaikan oleh generasi-generasi selanjutnya.
Saya juga akan meluangkan waktu untuk kegiatan non-profit melalui yayasan yang saya dirikan nanti. Almarhum Ayah saya selalu bercerita kepada saya, “Urip iku mung mampir ngombe”, artinya “Hidup itu hanya mampir minum”.
Saya akan memanfaatkan sisa waktu dalam hidup saya yang sebentar ini dengan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat semaksimal mungkin untuk banyak orang.
Akhir kata, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf jika dalam segala tindakan, kata-kata saya memiliki kesalahan kepada teman-teman semua.
Saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada teman-teman semua. Kalian luar biasa. Sampai bertemu nanti di peran saya yang berbeda. Kita tetap satu keluarga.
Salam hangat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ceo-bukalapak-achmad-zaky-1.jpg)