Breaking News:

Begini Trik Promosikan Film di Jalur Offline dan Media Sosial Ala Ernest Prakasa

Fitur S Pen pada Galaxy Note20 series bisa dimaksimalkan fungsinya untuk mempersiapkan perencanaan materi promosi film sejak awal.

TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Ernest Prakasa di sesi terakhir program Samsung Galaxy Movie Studio (GMS) 2020, Kamis (12/11/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Program Samsung Galaxy Movie Studio (GMS) 2020 mengakhiri rangkaian kegiatan workshop membuat film bertajuk Cerita Sinema Workshop dengan menghadirkan sineas muda Ernest Prakasa.

Di sesi keempat yang merupakan sesi pamungkas ini Ernest Prakasa membagikan kiat mempromosikan film yang kita buat di jalur offline dan melalui media sosial.

Dia menjelaskan, mempromosikan film sejalan dengan pembuatan film, dimulai dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. Strategi promosi film harus terencana sedemikian rupa sehingga mendapatkan target pasar yang tepat dan baik juga.

Namun, dalam praktiknya, mempromosikan sebuah film memang tidak mudah lantaran tim produksi film harus lebih kreatif dan aktif dalam mengenalkan film tersebut ke target pasarnya.

Dijelaskan, baik film komersil maupun independent (indie) memiliki tantangannya masing-masing pada tahap promosi, namun pada dasarnya konsepnya serupa.

Baca juga: Inilah 10 Film Korea Terbaik dan Paling Populer 2020, Raih Jutaan Penonton

“Untuk mempromosikan film, kita harus tahu bedanya marketing versus sales, bagaimana membuat calon penonton berminat dulu baru mengubah minat tadi menjadi aksi nyata," ujarnya, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Lagu Uwais al Qarni Bakal Dijadikan Soundtrack Film Pendek Konten Jempolan Indonesia

"Jadi, untuk membangun image dan menciptakan awareness pada fase promosi, kalau kita mikirnya jauh, udah paham elemen apa yang mau ditonjolin sebagai unique selling point bahkan sejak proses produksinya, baik untuk film mainstream maupun independen," ujarnya.

Ernest menjelaskan, fitur S Pen pada Galaxy Note20 series bisa dimaksimalkan fungsinya untuk mempersiapkan perencanaan materi promosi film sejak awal, juga untuk ilustrasi dan corat-coret seperti di atas kertas. 

Ernest juga menekankan, meski saat ini kita berada di era digital, strategi aktivasi secara offline masih sama pentingnya dengan promosi online.

"Karena kedua hal ini bisa saling berkaitan dan pengalaman yang dirasakan lebih ‘kaya,’" ujarnya.

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved