Inilah Alasan Mengapa Microsoft Menyebut Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan Se-Asia Tenggara
Studi oleh Microsoft ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesopanan digital dari pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya.
Editor:
Choirul Arifin
2. Malaysia, dengan skor DCI sebesar 63 poin
3. Filipina, dengan skor DCI sebesar 66 poin
4. Thailand, dengan skor DCI sebesar 69 poin
5. Vietnam, dengan skor DCI sebesar 72 poin
6. Indonesia, dengan skor DCI sebesar 76 poin.
Perlu diketahui, Microsoft tidak memaparkan laporan DCI untuk negara Asia Tenggara lainnya.
Namun, mereka mengungkapkan bahwa warganet Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara.
Penyebab risiko kesopanan
Dilansir dari Kompas.com (25/2/2021), ada tiga faktor yang berpengaruh pada risiko kesopanan di Indonesia.
Pertama adalah hoaks dan penipuan. Pada faktor ini paling tinggi skornya dengan 47 persen.
Kedua, faktor ujaran kebencian berada pada 27 persen. Ketiga, faktor diskriminasi sebesar 13 persen.
Di sisi lain, sebanyak 4 dari 10 responden mengaku bahwa tingkat kesopanan warganet Indonesia semakin membaik.
Menurut mereka, hal itu didorong oleh rasa kebersamaan yang lebih besar dan saling tolong-menolong di media sosial.
Selain itu, nilai empati di Indonesia mengalami kenaikan 11 poin menjadi 59 persen. Kemudian, berita di media menjadi kontributor kedua dengan persentase 54 persen.
(Sumber: Kompas.com/Nabilla Tashandra, Wahyunanda Kusuma Pertiwi | Editor: Reska K. Nistanto)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Menilik Penyebab Microsoft Sebut Warganet Indonesia Tidak Sopan Se-Asia Tenggara
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Sari Hardiyanto