Breaking News:

Pentingnya Melindungi Data Konsumen di Era Transformasi Digital

Industri finansial atau keuangan menjadi sektor yang paling rentan terhadap ancaman digital security

zoom-inlihat foto Pentingnya Melindungi Data Konsumen di Era Transformasi Digital
Istimewa
ILUSTRASI - Ancaman kebocoran data dalam konteks keamanan digital (digital security) di Indonesia kembali menjadi perhatian masyarakat

Karena pengalaman pelanggan nyatanya dapat meningkatkan pendapatan dan daya saing bagi perusahaan.

“Komunikasi adalah harapan baru bagi pengalaman pelanggan, untuk itu Qiscus hadir untuk memberikan harapan tersebut dengan terintegrasi dan aman. Berdasarkan data datareportal.com tahun 2020, teknologi seluler adalah raja, dimana 51,1 persen lalu lintas ke situs web berasal dari ponsel dan ada 171 juta pengguna internet seluler," jelas Hanny.

Menurutnya, saat ini konsumen ingin mengakses bisnis di mana pun dan kapan pun, langsung dari ponsel mereka. Karena konektivitas yang konstan telah menjadi gaya hidup, sehingga konsumen mengelola setiap aspek komunikasi sehari-hari dari perangkat seluler yang mereka pakai.

“Qiscus adalah platform percakapan yang membantu bisnis merangkul harapan baru akan pengalaman pelanggan yang luar biasa, melalui kemampuan untuk terlibat dalam percakapan tepat waktu dalam skala besar,” kata dia.

Hanny menjelaskan mekanisme penggunaan Qiscus dimana saat konsumen chat, maka akan masuk ke beberapa channel platform layanan pesan seperti Whatsapp, Mesengger, Line dan lain-lain.

Baca juga: Dukcapil Kemendagri dan PLN Teken MoU Untuk Singkronkan Data 37 Juta Pelanggan Bersubsidi

Jika memang ada kebutuhan menginteraksikan dengan chatbot maka pesan dari konsumen tersebut akan dihandle oleh chatbot terlebih dahulu yang ada di multichannel chat.

“Namun jika chatbot-nya sudah mendapatkan pertanyaan yang lebih kompleks maka juga bisa diteruskan ke life agent,” jelasnya.

M. Ryan Matrasiwi, Senior Cloud & UC Product Specialist Telkomtelstra menjelaskan masih banyaknya masyarakat yang bertanya tentang keamanan data komunikasi konsumen dengan perusahaan karena komunikasi tersebut bersifat confidential.

Jika terjadi kebocoran data, selain menyebabkan kerugian yang berdampak ke branding perusahaan, kepercayaan dari pelanggan bisa menurun, dan berimbas pada profit yang menurun.

Oleh karena itu perusahaan harus menciptakan dan menjaga kepercayaan konsumen kepada produk atau layanannya dengan menerapkan keamanan data digital. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menempatkan aplikasi perusahaan pada layanan cloud yang tersedia.

"Tentunya layanan cloud tersebut harus bisa memenuhi kebutuhan perusahaan baik itu faktor reability, scability, availability dan tentu saja security dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Sanusi
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved