Breaking News:

Virus Corona

QR Code PeduliLindungi Kini Terintegrasi dengan 15 Aplikasi, Ini Fungsinya

Kemenkes meluncurkan integrasi Fitur Qr Code Peduli Lindungi yang akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas di era pandemi virus corona

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
dok Angkasa Pura II
ilustrasi: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan integrasi Fitur Qr Code Peduli Lindungi yang akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas di era pandemi virus corona (Covid-19). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan integrasi Fitur Qr Code Peduli Lindungi yang akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas di era pandemi virus corona (Covid-19).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan aplikasi ini akan memiliki beberapa fungsi yang berkaitan dengan penanganan pandemi.

Baca juga: Cara Check In PeduliLindungi Melalui GoJek, Aktifkan Lokasi dan Isi Data Diri

Fungsi yang pertama adalah skrining terkait kondisi individu yang hendak melakukan 6 aktivitas utama, seperti perdagangan, transportasi, pariwisata, bekerja, pendidikan dan keagamaan.

"Aplikasi PeduliLindungi ini memang kita ingin gunakan untuk menangani pandemi Covid-19. Yang pertama adalah melakukan skrining, terutama di 6 aktivitas yang banyak dilakukan oleh masyarakat kita. Skriningnya adalah skrining status vaksinasi dan juga status PCR test," ujar Budi Gunadi, dalam virtual launching 'Integrasi Fitur Qr Code PeduliLindungi', Kamis (7/10/2021).

Baca juga: PeduliLindungi dan BNI Mobile Banking Segera Terintegrasi

Dengan demikian, setiap individu yang akan melakukan aktivitas tersebut akan diketahui status kesehatannya.

"Khsusnya yang berkaitan dengan status vaksinasinya seperti apa," jelas Budi Gunadi.

Kemudian fungsi yang kedua adalah untuk melakukan pelacakan (tracing).

Pengunjung diarahkan oleh petugas untuk melakukan scan QR Code menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk Pasar Baltos di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/10/2021). Pasar Baltos adalah salah satu pasar yang diusulkan oleh Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) berdasarkan instruksi Kementerian Perdagangan untuk uji coba implementasi aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk ke pasar rakyat. Lewat penerapan aplikasi PeduliLindungi ini, pemerintah ingin memastikan pasar rakyat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung dari penularan Covid-19 sehingga dapat menggerakkan ekonomi. Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pengunjung diarahkan oleh petugas untuk melakukan scan QR Code menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk Pasar Baltos di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/10/2021). Pasar Baltos adalah salah satu pasar yang diusulkan oleh Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) berdasarkan instruksi Kementerian Perdagangan untuk uji coba implementasi aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk ke pasar rakyat. Lewat penerapan aplikasi PeduliLindungi ini, pemerintah ingin memastikan pasar rakyat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung dari penularan Covid-19 sehingga dapat menggerakkan ekonomi. Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

"Dengan adanya QR code, secara disiplin di-scan untuk memulai sesuatu aktivitas, diharapkan kalau misalnya terjadi adanya kasus positif, kita bisa dengan sangat cepat mengetahui siapa saja yang ada di tempat tersebut dan pada waktu tersebut," tegas Budi Gunadi.

Menurutnya, aplikasi ini tentu akan sangat membantu proses tracing yang dilakukan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved