Konflik Rusia Vs Ukraina
Spotify Tutup Kantornya di Rusia, Bentuk Protes Atas Invasi di Ukraina
Spotify menghapus semua konten dari media Rusia seperti RT dan Sputnik di Uni Eropa, Amerika Serikat dan pasar lain di seluruh dunia
Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Platform layanan streaming musik, Spotify mengumumkan penutupan kantornya di Rusia sebagai tanggapan atas serangan yang dilancarkan Vladimir Putin terhadap Ukraina.
Pemerintah Barat mendesak perusahaan-perusahaan untuk memberikan serangan balik pada Rusia dengan cara apa pun, yang memungkinkan negara beruang putih ini akan kelimpungan.
Dalam pernyataannya, Spotify tetap berusaha untuk menjadi sumber penting bagi berita global dan regional.
Baca juga: Spotify Mengakuisisi Dua Platform Teknologi Podcast, Chartable dan Podsights
"Prioritas pertama kami selama seminggu terakhir adalah keselamatan karyawan kami dan untuk memastikan bahwa Spotify terus berfungsi sebagai sumber penting berita global dan regional pada saat akses ke informasi lebih penting dari sebelumnya," ungkap Spotify dalam sebuah penyataan yang dikutip dari Reuters.com, Kamis (3/3/2022).
Layanan musik streaming ini mengatakan telah meninjau ribuan konten sejak awal serangan terjadi, dan membatasi acara yang dimiliki dan dioperasikan oleh media yang berhubungan dengan Pemerintah Rusia.
Mengikuti langkah Facebook, pada awal pekan ini Spotify menghapus semua konten dari media Rusia seperti RT dan Sputnik di Uni Eropa, Amerika Serikat dan pasar lain di seluruh dunia, kecuali untuk wilayah Rusia.
Sejak Juli 2021, undang-undang Rusia yang ditandatangani Presiden Vladimir Putin, memberikan kewajiban perusahaan media sosial asing dengan jumlah pengguna harian mencapai lebih dari 500.000 pengguna, untuk membuka kantor lokal atau layanan mereka akan dibatasi.
Hanya beberapa perusahaan, termasuk Spotify yang memenuhi aturan itu, menjelang tenggat waktu UU tersebut yaitu pada Maret 2022.
Spotify menambahkan, para pegawainya akan memberikan donasi kepada korban invasi Rusia atas Ukraina dengan jumlah yang telah disesuaikan.
Pada Juli 2020, Spotify memperluas layanan streaming musiknya ke wilayah Rusia, yang mereka sebut sebagai pasar internasional dengan perkembangan musik paling cepat. Rusia menjadi salah satu dari 20 pasar streaming terbesar di dunia dengan budaya musik yang sangat kaya seperti yang disampaikan Wakil Presiden Spotify Gustav Gyllenhammar.
“Rusia memiliki budaya musik yang sangat kaya, dan untuk melayani pasar ini dengan baik, kami meluncurkan pengalaman yang dibuat khusus. Kedatangan Spotify di Rusia, serta 12 negara Eropa tambahan, merupakan langkah besar ke depan dalam strategi pertumbuhan global kami secara keseluruhan.” kata Gustav Gyllenhammar.
Dengan memperluas layanan streamingnya, peluncuran Spotify di Rusia akan membuka pintu bagi 250 juta pengguna untuk mendengarkan musik baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Pada saat yang sama, Spotify juga meluncurkan layanannya di wilayah lain, yaitu Albania, Belarusia, Bosnia dan Herzegovina, Kroasia, Kazakhstan, Kosovo, Moldova, Montenegro, Makedonia Utara, Rusia, Serbia, Slovenia, dan Ukraina untuk menikmati pengalaman bmendengarkan musik yang mencakup 50 juta lagu, 4 miliar daftar putar, dan fitur personalisasi musik yang dilokalisasi.
Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina, PBB: Laporan Kematian Tertunda, Jumlah Korban Sebenarnya Jauh Lebih Tinggi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-spotify___.jpg)