Pengamat: Masuk Era Metaverse Perlu Layanan Internet yang Prima

Varian Omicron memaksa kita untuk kembali memanfaatkan layanan digital dalam menjalani beragaman kegiatan.

Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
Forbes
Ilustrasi metaverse 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah mempercepat transformasi digital pada berbagai aktivitas kehidupan manusia. Seiring dengan itu, era metaverse pun mulai diperkenalkan dan segera masuk masa komersial dalam hitungan tahun ke depan.

Keduanya membutuhkan dukungan akses internet yang berkualitas prima dari para penyedia (provider) layanan.  

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menyampaikan, meski pandemi Covid-19 sempat mereda setelah varian Delta, varian Omicron memaksa kita untuk kembali memanfaatkan layanan digital dalam menjalani beragaman kegiatan.

Dengan kondisi pandemi yang tidak dapat diketahui kapan berakhir, dan ada, atau tidaknya varian baru setelah Omicron, layanan digital masih dan akan terus diperlukan.

Bahkan, bukan hanya sekadar sebagai dampak pandemi, namun tren perkembangan kebutuhan dan pemanfaatan digital sudah jadi kebutuhan sehari-hari dan terus meningkat, seperti e-commerce, video conference, video on demand, video streaming, teledoctor, dan lainnya.

Baca juga: Lirik Peluang Baru, Ritel Victorias Secret Jual Produknya di Metaverse

Belum lagi, kini, kita sudah mulai dihadapkan dengan era metaverse, yang membuat semua hal menjadi serba virtual dengan memanfaatkan realitas virtual (virtual reality) dan realitas tertambah (augmented reality).  

“Berbicara soal layanan digital, semua tak ada artinya tanpa dukungan infrastruktur digital, yaitu jaringan dan layanan internet yang memungkinkan semua aktivitas digital kita dapat dijalankan,” ujar Heru.

Baca juga: Dr. Oz Ajukan Merek Dagang untuk Produk Digital, Layanan dan Perangkat Lunak di Metaverse

Di masa post-pandemi ini, lanjut dia, internet menunjukkan jati dirinya sebagai pendorong transformasi digital dan lokomotif pertumbuhan ekonomi digital.

Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang meluas dan tren pemanfaatan internet ke arah metaverse, kebutuhan internet berkualitas juga meningkat.

Baca juga: Gandeng Sony, Stadion Etihad Milik Manchester City Sapa Penggemar di Metaverse

Ditambahkannya, secara umum, berapa kecepatan unduh (download) dan unggah (upload) yang ditawarkan penyedia layanan internet menjadi parameter yang akan jadi perhatian di awal ketika kita memilih penyedia layanan internet.

Apalagi, akses berbagai layanan video, termasuk menggunakan aplikasi meeting, kecepatan upload dan download yang tidak memadai membuat film yang ditonton maupun meeting menjadi tidak nyaman. Persoalan sering kali muncul karena yang ditawarkan provider internet tidak sama dengan yang pengguna rasakan.

“Ini diistilahkan dengan throughput performance. Lewat parameter ini dapat diketahui penyedia internet mana yang menawarkan layanan sesuai fakta dan mana yang sekadar alat berjualan, atau gimmick ke pelanggan saja,” yakinnya.

Riset Enciety

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved