Samsung Pangkas Produksi Smartphone Imbas Melambatnya Permintaan Global

Samsung dikabarkan telah mengurangi produksi perangkatnya di pabrik besar Vietnam akibat dari penurunan belanja konsumen secara global.

VENTURE BEAT
Logo Samsung. Samsung dikabarkan telah mengurangi produksi perangkatnya di pabrik besar Vietnam akibat dari penurunan belanja konsumen secara global. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL – Samsung, produsen smartphone yang berbasis di Korea Selatan, dikabarkan telah mengurangi produksi perangkatnya di pabrik besar Vietnam akibat dari penurunan belanja konsumen secara global.

Menurut sebuah sumber, pengurangan produksi terjadi saat pengecer dan gudang dipenuhi oleh  persediaan smartphone yang belum terjual.

Sesuai laporan, pasar gudang terbesar di Amerika sudah penuh dan pengecer besar di Amerika Serikat telah memperingatkan adanya perlambatan penjualan mengingat pembeli tidak menghabiskan pendapatannya sebanyak dulu, sebelum dan selama era awal pandemi.

Baca juga: Samsung Bantah Bakal Hentikan Produksi Chip Exynos

"Kami akan bekerja tiga hari dalam seminggu, beberapa jalur produksi akan menyesuaikan dengan empat hari kerja dalam seminggu, bukan enam hari lagi dan tentu saja, tidak diperlukan lembur," kata salah satu pekerja Samsung yang tidak disebutkan namanya.

Pabrik manufaktur di Provinsi Thai Nguyen, utara Vietnam diperkirakan akan terkena dampaknya. Pabrik itu merupakan salah satu dari dua basis manufaktur ponsel, di mana Samsung memproduksi setengah dari smartphonenya.

Di sisi lain, Samsung mengatakan bahwa mereka belum membahas pengurangan target produksi tahunannya di Vietnam. Pihak Samsung juga tidak menyebutkan secara pasti angka pengurangan produksi tersebut.

Baca juga: Samsung Memulai Pengiriman Chip 3nm

Raksasa teknologi Korea Selatan itu optimis tentang permintaan smartphone pada paruh kedua tahun ini seperti yang dikatakan dalam laporan pendapatannya minggu lalu bahwa gangguan pasokan sebagian besar telah diselesaikan dan Samsung memperkirakan permintaan akan tetap datar atau melihat pertumbuhan satu digit.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved