Bentuk Divisi Baru, Meta Akan Perbanyak Fitur Berbayar di Facebook, Instagram, dan WhatsApp

Divisi baru ini terobosan pertama Meta dalam mengembangkan fitur berbayar di seluruh aplikasi media sosialnya, yang memiliki miliaran pengguna

Kominfo
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate saat mengunjungi Meta di San Francisco, Amerika Serikat. Meta Platforms, Inc sedang menyiapkan divisi baru yang akan mengidentifikasi dan mengembangkan fitur berbayar di platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA - Meta Platforms, Inc., dilaporkan sedang menyiapkan divisi baru yang akan mengidentifikasi dan mengembangkan fitur berbayar di platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Divisi baru ini merupakan terobosan pertama Meta dalam mengembangkan fitur berbayar di seluruh aplikasi media sosialnya, yang memiliki miliaran pengguna.

Melansir dari The Verge, divisi yang diberi nama "New Monetization Experiences" akan dipimpin oleh Pratiti Raychoudhury, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala penelitian Meta.

Baca juga: Meta Rilis Fitur Cross-Posting, Instagram dan Facebook Kini Dapat Berbagi NFT

Divisi ini didirikan setelah bisnis iklan Meta mengalami kerugian, akibat hadirnya transparansi pelacakan aplikasi di perangkat Apple, yang mengharuskan aplikasi mendapatkan izin dari pengguna sebelum melacak data di lintas aplikasi atau situs yang dimiliki perusahaan lain untuk periklanan atau berbagi data dengan broker data.

Wakil Presiden Iklan dan Produk Bisnis Meta, John Hegeman mengatakan Meta masih berkomitmen untuk mengembangkan bisnis iklannya, dan tidak berencana mengenakan biaya bagi pengguna yang ingin mematikan iklan di aplikasinya.

“Saya pikir kami memang melihat peluang untuk membangun jenis produk, fitur, dan pengalaman baru yang orang-orang akan bersedia membayar dan bersemangat untuk membayarnya,” katanya.

Namun Hegeman menolak untuk merinci fitur berbayar apa yang sedang dipertimbangkan Meta untuk dikembangkan.

Pendapatan Meta hampir seluruhnya berasal dari iklan, dan meskipun perusahaan ini sebelumnya memiliki beberapa fitur berbayar di seluruh aplikasinya, namun raksasa media sosial ini belum menjadikan fitur berbayar sebagai sumber pendapatan utama perusahaan.

Dalam rencana jangka panjang Meta, perusahaan ini melihat fitur berbayar sebagai bagian dari bisnisnya, kata Hegeman.

“Pada cakrawala waktu lima tahun, saya pikir itu benar-benar dapat menggerakkan jarum dan membuat perbedaan yang cukup signifikan.” tambahnya.

Admin grup Facebook sudah dapat mengenakan biaya untuk akses ke konten eksklusif.

Baru-baru ini, Instagram juga mengumumkan bahwa pembuat konten di platformnya dapat mengenakan biaya berlanggan untuk akses ke konten eksklusif.

Meta tidak sendirian dalam upayanya mendorong lebih banyak fitur berbayar di aplikasinya. Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi media sosial banyak yang mengembangkan fitur berbayar.

Baca juga: Mudahkan Aktivitas Berbelanja, Meta Luncurkan Fitur E-Commerce di WhatsApp

TikTok mulai menguji fitur "Langganan Berbayar" untuk pembuat konten pada awal tahun ini.

Selain TikTok, platform media sosial Twitter juga meluncurkan fitur "Super Follows", yang memungkinkan pengguna untuk memasang tarif kepada pengikut mereka yang ingin menikmati konten ekstra atau konten eksklusif.

Discord juga menawarkan layanan "Nitro", agar pengguna dapat menikmati berbagai macam fitur premium seperti emoji bergerak, mengunggah gambar dan video dengan ukuran hingga 50 MB, meningkatkan kualitas streaming video, dan sebagainya.

Telegram dan Snapchat tahun ini juga menambahkan layanan berbayar di platformnya untuk pengguna yang ingin membuka fitur premium.

Melihat beberapa platform media sosial telah menambahkan layanan berbayar, membuat Meta semakin terpacu untuk mengembangkan lebih banyak layanan serupa.

"Kami jelas memperhatikan apa yang terjadi di industri ini. Dan saya pikir ada banyak perusahaan yang telah melakukan hal-hal menarik di bidang ini yang menurut saya mudah-mudahan dapat kita pelajari dan tiru dari waktu ke waktu,” kata Hegeman.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved