Sabtu, 9 Mei 2026

Twitter Ancam Ambil Tindakan Hukum terhadap Threads, Tuduh Meta Menyalahgunakan Rahasia Dagang

Twitter tengah menimbang untuk mengambil tindakan hukum terhadap Threads. Pihak Twitter menuduh Meta menyalahgunakan rahasia dagang.

Tayang:
Instagram/ElonMuskOfficial/zuck
Elon Musk (kiri) dan Mark Zuckerberg (kanan). - Akibat dari perilisan aplikasi Threads, pihak Twitter akan mengambil langkah hukum karena dianggap menyalahgunakan rahasia dagang. 

TRIBUNNEWS.COM - Twitter saat ini tengah mempertimbangkan untuk membawa ke jalur hukum terkait perilisan aplikasi baru milik Meta, Threads.

Aplikasi Threads yang dirilis pada Rabu (5/7/2023) lalu, disebut oleh bos Meta sebagai alternatif yang ramah.

Dalam perilisannya, kurang dari 24 jam aplikasi Threads telah mendulang pengguna baru lebih dari 30 juta orang.

Tak dipungkiri, tampilan dan nuansa dari Threads ini sangat mirip dengan Twitter.

Menanggapi perilisan Threads, pemilik Twitter, Elon Musk menganggap persaingan baik-baik saja dan tidak ada kecurangan yang dilakukan.

Namun, terdapat klaim yang menganggap Threads telah dibantu oleh mantan staf Twitter.

Baca juga: Baru 24 Jam Rilis, Threads Sudah Ciptakan 95 Juta Postingan dan 30 Juta Pengguna Baru

Melalui outlet berita Semafor, pengacara Twitter, Alex Spiro mengirimkan surat kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg pada Rabu.

Dalam surat tersebut menyatakan, Meta telah melakukan penyalahgunaan rahasia dagang Twitter dan kekayaan intelektual lainnya secara sistematis, disengaja, dan melanggar hukum.

Secara khusus, Spiro menuduh bahwa Meta telah memperkerjakan lusinan mantan karyawan Twitter yang "memiliki akses ke rahasia dagang dan informasi sangat rahasia lainnya".

Hal tersebut dianggap Twitter telah membantu Meta dalam mengembangkan Threads.

"Twitter bermaksud untuk secara ketat menegakkan hak kekayaan intelektualnya, dan menuntut agar Meta mengambil langkah segera untuk berhenti menggunakan rahasia dagang Twitter atau informasi yang sangat rahasia lainnya," tulis surat tersebut, dikutip dari BBC.

Elon Musk (kiri) dan Mark Zuckerberg (kanan).
Elon Musk (kiri) dan Mark Zuckerberg (kanan). (Instagram/ElonMuskOfficial/zuck)

Baca juga: Threads: Instagram luncurkan aplikasi untuk menyaingi Twitter

"Twitter memiliki semua hak, termasuk, namun tidak terbatas pada, hak untuk mencari solusi perdata dan ganti rugi tanpa pemberitahuan lebih lanjut," lanjut surat tersebut.

Meski begitu, baik Musk maupun Zuckerberg telah mengakui persaingan atas Threads, berfungsi sebagai aplikasi mandiri.

Saat diluncurkan di 100 negara, Zuckerberg telah memposting gambar di Twitter setelah 11 tahun lamanya tidak merambah ke media sosial ini.

Tak lama setelah itu, dan ketika kata "Threads" menjadi trending topic, Musk menyinggung soal penyerangan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved