Kamis, 7 Mei 2026

Microsoft Hentikan Layanan Skype Mulai 5 Mei 2025

Hingga 5 Mei, pengguna Skype diberi opsi memigrasikan semua kontak dan riwayat obrolan mereka ke platform Microsoft Teams.

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
IST
SKYPE TUTUP - Microsoft akan menghentikan operasional aplikasi pesan panggilan Skype mulai 5 Mei 2025 dan akan fokus pada Teams. Hingga 5 Mei, pengguna Skype diberi opsi memigrasikan semua kontak dan riwayat obrolan mereka ke platform Microsoft Teams.  

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Microsoft akan menghentikan operasional aplikasi pesan panggilan Skype mulai 5 Mei 2025 dan akan fokus pada Teams. 

Presiden Microsoft 365 Collaborative Apps and Platforms Jeff Teper menjelaskan pihaknya akan fokus pada operasional Teams yang akan dimaksimalkan agar memberikan pesan yang lebih jelas dan mendorong inovasi lebih cepat. 

"Kami tahu ini adalah keputusan besar bagi para pengguna Skype dan kami sangat berterima kasih atas dukungan mereka serta semua pembelajaran yang telah membantu pengembangan Teams selama tujuh tahun terakhir,” ujar Jeff Teper dikutip dari Tech Crunch, Minggu (2/3/2025). 

Hingga 5 Mei, pengguna Skype diberi opsi memigrasikan semua kontak dan riwayat obrolan mereka ke platform Microsoft Teams. Sebagai alternatif, pengguna juga bisa mengunduh data Skype mereka melalui alat ekspor bawaan aplikasi.

Namun, belum diketahui secara pasti berapa banyak pengguna yang terdampak. Adapun data terakhir yang dibagikan Microsoft pada tahun 2023 menyebutkan bahwa Skype memiliki lebih dari 36 juta pengguna. Jumlah tersebut jauh dari puncaknya yang pernah mencapai 300 juta pengguna.

Skype membawa revolusi dalam komunikasi berbasis internet, dimulai dari panggilan suara hingga berkembang ke panggilan video dan berbagi file.

Namun, munculnya smartphone dan banyaknya aplikasi pesan baru telah menggerus jumlah pengguna Skype selama bertahun-tahun. 

Pada saat IPO di 2010, Skype melaporkan memiliki 560 juta pengguna terdaftar dan 124 juta pengguna aktif bulanan.

Kemudian pada 2011 Microsoft mengajukan tawaran senilai 8,5 miliar dolar AS untuk membeli Skype dan berhasil meningkatkan jumlah pengguna hingga puncaknya di 300 juta pada 2013.

Pada awal pandemi Covid-19, Maret 2020, Microsoft melaporkan bahwa jumlah pengguna harian Skype meningkat 70 persen dibanding bulan sebelumnya, mencapai 40 juta pengguna. 

Baca juga: Trump Sebut Microsoft Berminat Akuisisi Operasi TikTok di AS dari ByteDance

Namun dengan pertumbuhan Teams yang pesat dan stagnasi Skype menjadi alasan utama Microsoft untuk sepenuhnya beralih ke Teams. 

"Skype memang sempat mengalami lonjakan, begitu juga dengan Teams selama pandemi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Skype cenderung stabil. Kami merasa ini adalah waktu yang tepat dan mendapat cukup banyak masukan untuk akhirnya membuat keputusan ini," kata Teper.

Tanda-tanda Skype akan berakhir sudah terlihat sejak 2016, ketika Microsoft meluncurkan Teams. Kehadiran Teams mengisyaratkan arah baru Microsoft dalam komunikasi berbasis cloud. 

Baca juga: WhatsApp Hadirkan Fitur Tema Chat, Pengguna Bisa Pilih Warna Favorit, Ini Caranya

Teper menuturkan, menit panggilan konsumen di Teams telah meningkat empat kali lipat, meskipun Ia tidak mengungkapkan berapa banyak dari 320 juta pengguna Teams yang berasal dari kalangan konsumen individu.

"Teams telah mencapai skala yang cukup besar sehingga kami merasa percaya diri menggunakannya untuk keperluan pribadi. Kami sudah mempertimbangkan penutupan Skype cukup lama, tetapi kami ingin memastikan bahwa pengguna benar-benar siap untuk beralih ke Teams," ungkap Teper.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved