OpenAI Bakal Rilis Produk Web Browser Buatan Sendiri, Siap bersaing Lawan Chrome hingga Safari
OpenAI mengklaim perambannya ini akan dapat langsung bersaing dengan Chrome karena mereka memiliki akses ke data pengguna yang tak kalah kuat
Penulis:
Bobby W
Editor:
Endra Kurniawan
Langkah perusahaan AI untuk membuat peramban sendiri bisa dikatakan bukan lah hal yang baru.
Sebelumnya, perusahaan AI pesaing OpenAI yakni Perplexity juga telah meluncurkan peramban AI bernama Comet.
Comet sendiri diyakini Perplexity dapat melakukan tindakan atas nama pengguna.
Startup AI lain, The Browser Company dan Brave, juga merilis peramban berbasis AI yang mampu menjelajahi dan merangkum internet
Persaingan Ketat di Dunia Peramban

Langkah OpenAI untuk menjajal bisnis peramban internet ini bisa dibilang cukup terjal mengingat mereka langsung harus dihadapkan dengan persaingan yang ketat.
Menurut perusahaan analitik web StatCounter, Google Chrome yang digunakan lebih dari 3 miliar orang mendominasi dua pertiga pasar peramban global saat ini.
Di peringkat kedua, ada Safari milik Apple dengan persentase 16 persen dari jumlah seluruh penggunaan peramban global saat ini.
Peramban OpenAI ini sendiri rencananya akan dibangun di atas Chromium, kode sumber terbuka milik Google, menurut dua sumber Reuters.
Chromium sendiri selama ini telah menjadi basis kode untuk operasi Google Chrome serta peramban pesaing mereka seperti Microsoft Edge dan Opera.
Guna merebut pasar tersebut, pada tahun 2024 lalu OpenAI merekrut dua mantan wakil presiden Google yang terlibat dalam pengembangan awal Chrome.
Melalui kehadiran dua mantan petinggi Google tersebut, OpenAi berharap pihaknya dapat membangun peramban sendiri, bukan hanya plugin di peramban pihak lain, untuk mengontrol data yang dikumpulkan.
Pengumpulan data melalui peramban sendiri merupakan isu yang cukup panas di AS.
Hal ini terjadi mengingat peran Chrome dalam menyediakan data pengguna bagi penargetan iklan Alphabet terbukti sangat sukses.
Kesuksesan ini bahkan melecut langkah Departemen Kehakiman AS yang meminta penjualan terpisah antara divisi peramban dan periklanan milik Google setelah pengadilan memutuskan Alphabet telah melanggar aturan monopoli dalam bidang pencarian daring.
(Tribunnews.com/Bobby)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.