Selasa, 28 April 2026

Ikhtiar Telkomsel Berdayakan Talenta Digital AI, IndonesiaNEXT Lahirkan Ide Aplikasi Inovatif

Telkomsel menunjukkan komitmennya memberdayakan generasi muda Indonesia melalui IndonesiaNEXT 2025 seiring pesatnya perkembangan teknologi AI.

Tayang:
Dok. Telkomsel
INDONESIANEXT 2025 - Rangkaian program CSR Telkomsel IndonesiaNEXT ke-9 resmi ditutup dengan gelaran IndonesiaNEXT Summit 2025 “AI Sharpening Youths” di Jakarta, 18 September 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Aksi nyata Telkomsel berdayakan talenta digital AI melalui IndonesiaNEXT 2025 melahirkan aplikasi inovatif
  • Aplikasi yang dihadirkan antara lain pengelola keuangan cerdas dan penerjemah suara menjadi bahasa isyarat
  • Kehadiran IndonesiaNEXT memberikan pengalaman berharga bagi talenta digital

 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Telkomsel menunjukkan komitmennya memberdayakan generasi muda Indonesia melalui IndonesiaNEXT 2025.

IndonesiaNEXT merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel yang berfokus pada pengembangan talenta muda digital di Indonesia yang telah memasuki tahun ke-9.

Selain membangun keterampilan teknis, IndonesiaNEXT juga melahirkan berbagai aplikasi inovatif dari ide-ide brilian anak bangsa.

Rangkaian IndonesiaNEXT 2025 sudah dimulai sejak Desember 2024 dengan pendaftar mencapai 9.692 peserta yang berasal dari mahasiswa seluruh jurusan dari tingkat D3 hingga S2 dapat mendaftarkan diri.

Setelah melalui tahapan National Webinar & Placement Test, Tech-Based Certification, dan Ideation Bootcamp, 24 finalis terbaik yang terbagi dalam delapan tim mendapatkan pembekalan intensif Digitalent Academy bersama para pakar industri pada 15-17 September 2025.

Topik yang dibekali antara lain The Future of AI, Communication & Networking, Deliver a Good Pitch, Leadership for Team Building, Digital Industry Career Path, dan Service Design.

Pada tahapan ini, 24 finalis dibagi menjadi delapan tim untuk merancang aplikasi dengan masing-masing anggota memiliki peran atau role masing-masing, yaitu hacker, hipster, dan hustler.

Secara sederhana hacker berperan pada pemrograman aplikasi, hipster bagian desain, dan hustler berperan pada bagian branding.

Inovasi Aplikasi Keuangan Cerdas Jadi Tim Terbaik

Diketahui para peserta diminta memberi integrasi kecerdasan buatan (AI) pada aplikasi mereka.

Tim PennyWise terpilih menjadi tim terbaik pada gelaran IndonesiaNEXT 2025.

Tim ini terdiri dari Jason Emmanuel (Universitas Bina Nusantara), Azzalia Salsabila (Universitas Gadjah Mada), dan Muhammad Abir (Institut Teknologi Bandung).

Role hacker dipegang Jason, Azzalia sebagai hipster, dan Abir sebagai hustler.

Baca juga: Dosen UIN Surakarta Ciptakan Aplikasi AI SANTUN untuk Deteksi Ujaran Kebencian

PennyWise merupakan aplikasi manajemen keuangan pintar yang ditujukan untuk Gen Z mengatasi permasalahan keuangan seperti pemborosan dalam pengeluaran.

"Aplikasi ini terdapat banyak fitur, misalnya seperti chatbot AI yang spesial terdiri dari lima karakter yang terspesialisasi. Misalnya seperti ada karakter kakak bijak, mungkin ada karakter teman yang unik, kemudian teman dekat, dan sebagainya," ungkap Jason saat diwawancarai Tribunnews.com, beberapa waktu lalu.

lihat fotoINDONESIANEXT 2025 - Tim PennyWise yang terdiri dari Jason (Hacker), Azzalia (Hipster), dan Abir (Hustler). PennyWise ditetapkan sebagai tim MVP pada gelaran IndonesiaNEXT 2025.
INDONESIANEXT 2025 - Tim PennyWise yang terdiri dari Jason (Hacker), Azzalia (Hipster), dan Abir (Hustler). PennyWise ditetapkan sebagai tim MVP pada gelaran IndonesiaNEXT 2025.

"Jadi memang dikhususkan untuk Gen Z, supaya mereka ini suka dengan aplikasi kami," imbuh Jason yang juga terpilh sebagai The Best Hacker.

Aplikasi ini juga memiliki sistem untuk mengidentifikasi struk atau bukti pembayaran. Sehingga cukup dengan memfoto struk, aplikasi langsung dapat mencatat pengeluaran tersebut.

"Jadi di sini kami bisa mentotalkan jumlah harga dalam struk, kemudian dimasukkan menjadi sebuah pencatatan keuangan," jelasnya.

Selain itu, PennyWise juga memiliki sistem AI smart insight.

"Jadi misalnya pengeluarannya sudah 50 persen, nanti dia ada pemberitahuan, ini sudah 50 persen di bagian tagihan, dan sebagainya. Sehingga di situ mungkin pengguna bisa lebih aware dalam menggunakan, memanfaatkan keuangannya seperti itu."

"Kemudian juga ada sistem prediksi keuangannya. Jadi mungkin bisa forecasting bahwa di bulan depan harga keuangan kita ini akan sisanya berapa berdasarkan pencatatan pengeluaran dan memasukkan kita di bulan-bulan sebelumnya," ungkapnya.

Tak cuma itu, ada juga fitur yang memungkinkan pengguna untuk meraih target pembelian tertentu.

"Misalnya kita mau beli iPad baru. Di situ ada prediksinya juga. Mungkin berdasarkan pola pengeluaran dan pemasukan kapan pembelian itu akan tercapai."

"Selain itu ada juga sistem life consultant. Jadi memang yang jadi konsultan ini sebenarnya role hustler dari kelompok saya. Jadi ada aplikasi satu lagi untuk role konsultan ini supaya bisa nge-chat secara langsung. mungkin seperti WhatsApp, tapi memang versi untuk konsultan," urainya.

Synca (Penerjemah Suara menjadi Bahasa Isyarat)

Selain PennyWise, ada inovasi lain yang lahir pada gelaran IndonesiaNEXT yaitu Synca, aplikasi penerjemah suara menjadi bahasa isyarat yang dinamakan Synca.

Synca terdiri dari Atha Marcella (Universitas Bina Nusantara), Rizqi (Universitas Dian Nuswantoro), dan Raka (Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana).

Atha yang berperan sebagai hustler, menjelaskan fungsi utama aplikasi ini untuk menerjemahkan suara menjadi bahasa isyarat yang sangat bermanfaat untuk tunawicara atau tunarungu.

Aplikasi ini mampu dijalankan pada ponsel bersamaan dengan aplikasi lain yang berjalan.

"Ketika kita masuk ke aplikasinya, kita bakal pencet button-nya. Jadi ketika button-nya aktif, dia langsung running in background," jelas Atha saat diwawancarai Tribunnews.com.

"Jadi ketika pengguna masuk media sosial manapun, dan media sosial itu mempunyai suara, 
misalkan YouTube atau Zoom meeting, nanti bakal ada avatar yang muncul atau pop up, dan avatar ini bakal nerjemahin suaranya ke dalam bahasa isyarat. Jadinanti ada tangannya dan lainnya, di situ AI integration-nya," urainya.

lihat fotoINDONESIANEXT 2025 - Tim Synca yang terdiri dari Atha (Hustler), Rizqi (Hipster), dan Raka (Hacker) dalam gelaran IndonesiaNEXT 2025. 
INDONESIANEXT 2025 - Tim Synca yang terdiri dari Atha (Hustler), Rizqi (Hipster), dan Raka (Hacker) dalam gelaran IndonesiaNEXT 2025. 

Aplikasi Synca kemudian tidak hanya menerjemahkan suara ke bahasa isyarat, namun juga membantu ke dalam menyimpulkan atau summarization.

"Jadi kalau misalkan teman-teman tuna rungu, tuna wicara itu mau baca lagi riwayat komunikasi mereka, mereka tinggal buka saja aplikasinya, di situ udah ada summarization yang pernah dibuat, riwayatnya, dan lain-lain," ungkapnya.

Aplikasi ini tidak hanya bermanfaat untuk komunikasi, namun juga pembelajaran.

"Misalkan mereka butuh buat pembelajaran secara online ataupun mereka butuh buat komunikasi pekerjaan dan lain-lain, jadi mereka nggak perlu takut ketinggalan pembicaraan saja," ungkapnya.

Kesempatan Berharga Talenta Digital

Atha mengungkapkan keikutsertaannya pada event IndonesiaNext 2025 yang diselenggarakan Telkomsel menjadi pengalaman berharga baginya.

"Ini pertama kalinya saya ikut lomba aplikasinya sampai jadi. Jadi itu benar-benar ngasih pengalaman baru buat saya, dan bisa ketemu sama teman-teman yang emang pengalamannya hebat-hebat banget," ungkap Atha.

Atha juga mengapresiasi Telkomsel yang telah mengembangkan IndonesiaNext sebagai wadah talenta muda mengembangkan inovasi teknologi.

"Telkomsel ngikutin perkembangan zaman, soal AI hingga IoT (Internet of Things). Telkomsel tahu kalau aplikasi sekarang kalau misalkan nggak ada integrasinya AI, itu bakal kurang buat narik usernya."

"Selain itu Telkomsel memberikan kesempatan untuk merealisasikan ide-ide brilian dengan ngasih domain gratis, mentor-mentor yang bagus, sertifikasi, dan juga banyak kesempatan yang mungkin kita nggak bisa mencapai sebelumnya," kesan Atha.

Sementara itu, Jason menilai IndonesiaNEXT merupakan program yang sangat membantu untuk anak muda sepertinya.

"Saya bisa mendapatkan sertifikasi dalam bidang teknologi yang bisa masuk ke CV saya, ada boothcamp pengembangan skill, seminar, saya juga bisa ketemu teman-teman dari seluruh Indonesia, dari berbagai daerah, dan bisa membangun kerja sama yang baik, komunikasi yang baik," ungkapnya.

Utamanya, Jason mendapat banyak peningkatan skill di bidang teknologi, khususnya AI.

"AI sangat saya sukai, saya bisa berkembang dan saya bisa membuat aplikasi full."

"Saya berharap IndonesiaNEXT bisa selalu berkembang supaya bisa mengajak lebih banyak anak muda, sehingga bisa membantu mencapai Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Adapun sejak pertama kali digelar pada 2016, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 peserta dari 807 perguruan tinggi di 38 provinsi.

Program ini juga telah meluluskan 256 alumni terbaik dan menerbitkan lebih dari 7.700 sertifikat kompetensi digital.

Peran Telkomsel Wujudkan Indonesia Emas

TRANSFORMASI DIGITAL - VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengajak generasi muda Indonesia menjadi pelaku aktif dalam transformasi digital. Hal itu disampaikan dalam program IndonesiaNEXT Summit 2025 di Jakarta, 18 September 2025.
TRANSFORMASI DIGITAL - VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengajak generasi muda Indonesia menjadi pelaku aktif dalam transformasi digital. Hal itu disampaikan dalam program IndonesiaNEXT Summit 2025 di Jakarta, 18 September 2025. (Dok. Telkomsel)

Sementara itu VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi mengungkapkan IndonesiaNEXT merupakan salah satu CSR unggulan Telkomsel yang bertujuan meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia agar lebih tajam, progresif, dan siap menghadapi tantangan masa depan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI).

“Melalui IndonesiaNEXT ke-9, Telkomsel berupaya memastikan bahwa generasi muda Indonesia menjadi pelaku aktif dalam transformasi digital," ungkapnya dikutip dari keterangan resmi. 

Tema 'AI Sharpening Youths' diwujudkan melalui kurikulum khusus AI yang bisa mendorong anak muda untuk menjadi lebih tajam, progresif, dan siap untuk masa depan.

"Kami percaya dengan dukungan yang tepat, talenta digital kita bisa mengakselerasi pencapaian visi Indonesia Emas 2045," ungkapnya.

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang Putranto)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved