Rabu, 8 April 2026

X Luncurkan Fitur Terjemahan Otomatis dan Edit Foto AI Berbasis Grok

X meluncurkan fitur terjemahan otomatis global dan editor foto berbasis AI yang didukung oleh Grok dari xAI.

Editor: Tiara Shelavie
Pexels
TEKNOLOGI - Ilustrasi aplikasi X atau Twitter diunduh dari situs bebas royalti Pexels 
Ringkasan Berita:
  • X meluncurkan fitur terjemahan otomatis global dan editor foto berbasis AI yang didukung oleh Grok dari xAI.
  • Pengguna kini dapat mengedit gambar menggunakan perintah bahasa alami serta melindungi informasi sensitif dengan fitur blur.
  • Pembaruan ini hadir di tengah persaingan dan kritik terkait penggunaan AI dalam manipulasi gambar di platform digital.

TRIBUNNEWS.COM - Platform media sosial X kini meluncurkan fitur baru yang secara otomatis menerjemahkan postingan.

Perusahaan juga memperkenalkan editor foto baru dengan kemampuan mengubah gambar melalui perintah bahasa alami. Kedua fitur ini didukung oleh model Grok milik xAI.

Perusahaan berupaya meningkatkan pengalaman pengguna di dalam aplikasi melalui pembaruan ini.

Pada Selasa malam, kepala produk X, Nikita Bier, mengumumkan bahwa fitur terjemahan otomatis mulai diluncurkan secara global.

Pengguna dapat mengetuk ikon pengaturan (gear) pada postingan terjemahan untuk menonaktifkan terjemahan otomatis pada bahasa tertentu.

Platform media sosial lain juga telah mencoba pendekatan serupa untuk memperluas jangkauan global. Reddit misalnya, telah bereksperimen dengan terjemahan mesin selama beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Google Perkuat Fitur Kesehatan Mental di Gemini, Tambah Akses Hotline Krisis

Selain itu, platform ini juga meluncurkan editor gambar baru untuk aplikasi iOS. Pembaruan tersebut mencakup fitur seperti alat menggambar dan teks. Ada juga fitur blur yang memungkinkan pengguna menyembunyikan detail tertentu, seperti wajah atau informasi sensitif seperti nomor kartu kredit atau nomor identitas.

Lebih lanjut, pengguna kini dapat meminta Grok untuk mengedit gambar menggunakan perintah bahasa alami.

Misalnya, pengguna dapat meminta “tampilkan foto ini sebagai lukisan di museum,” dan Grok akan menghasilkan gambar tersebut. Perusahaan menyatakan bahwa pembaruan ini juga akan segera hadir di aplikasi Android.

Sebelumnya, pada awal tahun ini, Elon Musk mendapat kritik keras dari otoritas di berbagai negara karena memungkinkan pengguna mengedit gambar orang lain menjadi versi seksual tanpa persetujuan mereka.

Setelah itu, perusahaan membatasi fitur pembuatan gambar hanya untuk pengguna berbayar. Namun, belum jelas apakah fitur pengeditan gambar berbasis AI terbaru ini juga akan dibatasi untuk pengguna berbayar.

Sejumlah perusahaan lain, seperti Google dan Adobe, juga telah menghadirkan fitur berbasis AI yang memungkinkan pengguna mendeskripsikan pengeditan gambar.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved