Penipuan Online Merajalela di E-commerce, Pakar Siber: Pengelola Tak Serius Berantas
Toko-toko yang melakukan penipuan yang sudah dilaporkan pengelola platform e-commerce, tapi belum dihapus tuntas atau diblokir.
Ringkasan Berita:
- Modus penipuan di toko online yang kini marak adalah berpura-pura menjadi pelapak menjual barang-barang tertentu, sehingga konsumen percaya.
- Toko-toko yang melakukan penipuan yang sudah dilaporkan pengelola platform e-commerce, tapi belum dihapus tuntas atau diblokir dari platform dan kun toko mereka masih bisa diakses.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi penipuan di aplikasi e commerce belakangan kian marak. Salah satu modusnya adalah berpura-pura menjadi pelapak menjual barang-barang tertentu, bahkan review bintang lima dimanipulasi sehingga konsumen percaya.
Pakar Keamanan Siber Alfons Tanujaya menyayangkan banyaknya pelapak penipu di toko e commerce yang merajalela.
"Nah itu dia. E commercenya kelihatannya kurang serius menghandle masalah ini. Dan kelihatannya adem-adem saja tidak kahawatir banyak toko penipu di platformnya. Ini terlihat dari merajalelanya toko-toko penipu menjalankan aksinya," kata Alfons kepada Tribunnews, Senin(15/12/2025).
Alfons sempat memantau beberapa e-commerce dan terkejut menemukan banyak akun-akun pelapak penipuan digital.
Salah satu modusnya adalah si penipu merespons pembeli atau konsumen dengan ramah seolah dia benar-benar penjual resmi. Setelah itu ia mengirimkan tautan yang sebenarnya adalah phishing.
Namun sudah banyak pelapak atau toko-toko yang melakukan penipuan yang sudah dilaporkan pengelola platform e-commerce, tapi belum dihapus tuntas atau diblokir dari platform dan masih bisa diakses.
Padahal semestinya lanjut Alfons, setiap usaha pengambilalihan akun dan pemalsuan akun yang dibajak untuk menipu ini ditindak dengan serius. Diidentifikasi siapa pelakunya.
"Data IP dan identitas pengakses ada kok di platform e commerce. Harusnya ini dikumpulkan dan diberikan kepihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti," ujar Alfons.
Baca juga: Markas Sindikat Penipuan Online di Lampung Digerebek, 27 WN China Ditangkap
Alfons juga memberikan wanti-wanti kepada konsumen atau pembeli di platform e commerce agar tidak menjadi korban penipuan digital. Memang, secara kasat mata sulit dibedakan antara akun pelapak resmi dan akun pelapak penipu.
"Intinya jangan pernah klik tautan apapun yang diberikan tanpa mengetahui dengan pasti keamanan tautan. Walaupun diberikan oleh pihak terpercaya seperti toko penjual e commerce," ujar Alfons.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/2-beli-oleh-oleh-lewat-e-commerce-bisa-pakai-julo.jpg)