Pemerintah dan Industri Kolaborasi Kembangkan Talenta Gim Lokal Tembus Pasar Global
Developer gim indie di Indonesia membutuhkan peran publisher untuk membantu memetakan potensi yang belum terjangkau oleh pasar global
"Kalau pemerintah sudah menyiapkan karpet merah untuk talenta-talenta game Indonesia, kami hadir untuk membantu mereka memasarkan gim ke market global," ujar Adam.
Terkait kebijakan klasifikasi usia wajib bagi gim yang mulai diterapkan Komdigi pada Januari 2026, Brian menegaskan pihaknya akan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.
"Kami akan terus comply dan berkomunikasi dengan pemerintah serta pihak terkait," katanya.
Soal genre yang paling potensial, Adam menilai Indonesia memiliki kekuatan pada keragaman genre karena basis gamer domestik yang sangat besar dan beragam.
Ia menyebut genre horor menjadi salah satu kategori yang tengah menunjukkan tren positif, selain kekuatan khas developer lokal dalam visual artistik dan mekanik permainan yang unik.
"Kalau datang ke IGDX, kita akan melihat genre yang sangat variatif. Horor kita bagus-bagus dan sedang naik, tapi sebenarnya potensi kita ada di banyak genre," ujarnya.
Adam menilai tantangan utama developer indie Indonesia saat ini lebih banyak terletak pada aspek bisnis ketimbang kemampuan teknis.
"Secara teknis mereka sudah bisa membuat game yang bagus secara visual. Tantangannya adalah bagaimana melihat sisi bisnis dan menghubungkannya dengan market," pungkas Adam.
Caption:
- Adam Ardisasmita (Advisor Yellow Hearts), Head of Publishing Yellow Hearts, Brian Chuang dan Chin Yu (Founder & CEO Yellow Hearts), dalam acara Yellow Hearts Launch Day yang diselenggarakan di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Kamis (30/4/2026) lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/GIM-INDUSTRI1.jpg)