Kamis, 4 Juni 2026

Indonesia Perlu Bangun Kedaulatan Teknologi, Antisipasi Perang Siber dan Ketergantungan AI Asing

Ketergantungan terhadap teknologi asing bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut aspek keamanan nasional. 

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Eko Sutriyanto
PENGUATAN INOVASI LOKAL - Praktisi keamanan siber Royke L Tobing di peluncuran Wolvesight, platform penetration testing berbasis AI, di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Menurut Royke, ketergantungan terhadap teknologi asing bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut aspek keamanan nasional.  

Menurut Marie, teknologi tersebut dapat diterapkan untuk menguji keamanan berbagai platform digital, mulai dari aplikasi web, mobile banking, sistem desktop, hingga layanan berbasis suara yang kini semakin banyak digunakan oleh berbagai industri.

Bangun Talenta Digital Nasional

Selain berfokus pada pengembangan teknologi, Royke menilai Indonesia juga harus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber.

Ia mengungkapkan bahwa perusahaannya telah menjalankan program pelatihan gratis yang diikuti lebih dari 16.000 peserta untuk memperkenalkan dunia keamanan siber secara profesional kepada generasi muda.

Upaya tersebut dilakukan agar semakin banyak talenta digital Indonesia yang mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi nasional sekaligus mengarahkan minat mereka ke jalur yang produktif dan legal.

"Keamanan siber bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang manusia yang menguasai teknologi tersebut. Karena itu, pengembangan talenta menjadi sama pentingnya dengan pengembangan produk," kata Royke.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved