Kamis, 18 Juni 2026

Indonesia Digempur 280 Ribu Serangan Siber dalam 3 Bulan, Mayoritas Bermotif Uang dan Tebusan

Pelaku kejahatan siber sekarang ini tak lagi hanya mengandalkan serangan besar yang mudah dikenali sebaliknya mereka semakin tersembunyi dan sistemik.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
PERETASAN DATA - Ilustrasi peretasan data melalui telepon seluler. Laporan terbaru menyebut, perangkat lunak yang tadinya digunakan Amerika Serikat (AS) untuk tindakan mata-mata, kini jatuh ke tangan peretas yang mengancam keamanan data jutaan pengguna iPhone. 
Ringkasan Berita:
  • Tren tersebut menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber kini tidak lagi hanya mengandalkan serangan besar yang mudah dikenali.
  • Sebanyak 70 persen serangan bermotif finansial dan 41 persen disertai tuntutan tebusan, lebih tinggi dibanding rata-rata global.
  • Sektor telekomunikasi, hiburan, dan keuangan menjadi target utama, sementara serangan multi-vector dan probing menunjukkan peningkatan.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ancaman serangan siber terhadap organisasi dan perusahaan di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Di tengah meningkatnya ketergantungan dunia usaha dan layanan publik pada sistem digital, para pelaku kejahatan siber terus mengembangkan metode serangan yang lebih canggih dan sulit dideteksi.

Kondisi tersebut tercermin dari lonjakan signifikan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang terjadi sepanjang kuartal pertama 2026, ketika Indonesia tercatat mengalami peningkatan serangan hingga 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Temuan tersebut diungkapkan oleh StormWall, perusahaan keamanan siber yang berfokus pada perlindungan terhadap serangan DDoS.

Baca juga: Istana: Serangan Siber Menyasar Institusi Pemerintahan Sampai Layanan Publik

Berdasarkan data perusahaan tersebut, lebih dari 280.000 serangan berhasil dimitigasi selama tiga bulan pertama 2026 atau setara dengan sekitar 3.100 serangan setiap hari yang menargetkan berbagai organisasi di Indonesia.

Serangan DDoS sendiri merupakan salah satu bentuk serangan siber yang bertujuan melumpuhkan situs web, aplikasi, maupun server dengan membanjiri sistem menggunakan lalu lintas data palsu dalam jumlah sangat besar.

Serangan ini biasanya dilakukan melalui ribuan perangkat yang telah terinfeksi malware dan dikendalikan secara bersamaan dalam jaringan botnet.

Pendiri sekaligus CEO StormWall, Ramil Khantimirov, mengatakan pola serangan yang terjadi di Indonesia memiliki karakteristik berbeda dibandingkan tren global.

“Di Indonesia, serangan DDoS lebih berkaitan dengan uang daripada politik,” ujar Ramil Khantimirov, Rabu (17/6/2026).

Menurut laporan tersebut, sekitar 70 persen serangan yang menyasar target di Indonesia didorong motif finansial. Bahkan, sebanyak 41 persen di antaranya disertai tuntutan tebusan kepada korban. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang hanya berada di kisaran 30 persen.

Temuan itu menjadi sorotan karena secara global serangan siber pada kuartal pertama 2026 justru lebih banyak dipengaruhi aktivitas kelompok hacktivist yang terkait dengan berbagai konflik geopolitik, terutama yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, serangan DDoS di Indonesia juga cenderung berlangsung lebih lama dibandingkan rata-rata dunia. Data StormWall menunjukkan hanya 62 persen serangan yang berakhir dalam waktu kurang dari lima menit. Sementara secara global, sekitar 78 persen serangan dapat berhenti dalam rentang waktu yang sama.

Dari sisi teknis, pelaku kejahatan siber juga semakin sering menggunakan metode yang lebih kompleks. Jumlah serangan multi-vector, yakni serangan yang memadukan beberapa teknik sekaligus dalam satu waktu, meningkat 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini, sebanyak 62 persen dari seluruh serangan DDoS yang terdeteksi di Indonesia menggunakan dua atau lebih vektor serangan secara bersamaan. Bahkan, 26 persen di antaranya menggabungkan tiga vektor atau lebih untuk meningkatkan efektivitas serangan dan menyulitkan proses mitigasi.

Selain itu, tren serangan probing atau upaya pemetaan kelemahan sistem mengalami kenaikan hingga 81 persen. Sementara serangan carpet bombing, yaitu serangan yang menargetkan banyak alamat IP dalam satu jaringan secara bersamaan, meningkat 76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Jerman Rentan Dihantam Serangan Siber Berbasis AI

Berdasarkan sektor industri, telekomunikasi menjadi sasaran utama para pelaku serangan siber dengan menyumbang 26 persen dari total lalu lintas serangan yang terdeteksi. Posisi berikutnya ditempati industri hiburan dengan porsi 22 persen, disusul sektor keuangan sebesar 17 persen.

Menariknya, industri hiburan di Indonesia menjadi target yang jauh lebih dominan dibandingkan tren global. Data StormWall menunjukkan hanya sekitar 9 persen serangan DDoS di tingkat dunia yang menyasar sektor tersebut.

Ramil mengungkapkan bahwa salah satu tren yang kini semakin sering ditemukan adalah aktivitas low-and-slow probing, yakni serangan berintensitas rendah yang dilakukan secara bertahap untuk menghindari sistem deteksi keamanan.

“Pelaku serangan sengaja menjaga volume lalu lintas tetap berada di bawah ambang deteksi untuk mengidentifikasi titik-titik lemah sebelum melancarkan serangan utama. Hal ini menciptakan risiko yang serius bagi organisasi yang tidak memiliki perlindungan DDoS yang andal,” jelasnya.

Menurut StormWall, tren tersebut menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber kini tidak lagi hanya mengandalkan serangan besar yang mudah dikenali. Sebaliknya, mereka semakin mengutamakan strategi yang lebih tersembunyi dan sistematis untuk menemukan celah keamanan sebelum melancarkan serangan yang lebih merusak.

Baca juga: Kerugian Serangan Siber Capai Triliunan, Perusahaan Perlu Perkuat Monitoring Keamanan

Kondisi ini menjadi peringatan bagi organisasi dan perusahaan di Indonesia untuk memperkuat sistem keamanan digital, terutama di tengah meningkatnya ancaman serangan yang tidak hanya bertujuan mengganggu layanan, tetapi juga berorientasi pada keuntungan finansial melalui pemerasan dan tuntutan tebusan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
Live
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved