TOPIK
Demo Tolak RUU KUHP dan KPK
-
Demo menolak Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Revisi Undang-undang KPK kembali terjadi, Senin (30/9/2019).
-
Massa terlihat mengenakan seragam sekolah, almamater, maupun berpakaian bebas bermasker wajah.
-
Rudi menjelaskan, KPA berorasi untuk menyampaikan penderitaan rakyat. Mereka ingin agar Pemerintah lebih memperhatikan petani
-
Seperti diketahui, polisi telah mengamankan enam orang karena diduga akan menyusup saat berlangsungnya aksi Mujahid 212 di Jakarta.
-
Jokowi memastikan pemerintah sangat mendengar aspirasi yang disampaikan mahasiswa, di antaranya menolak RKUHP dan UU KPK hasil revisi.
-
Nining menjelaskan, Gebrak menyoroti sejumlah RUU yang tidak pro-rakyat. Mereka datang menuntut DPR menghentikan pengesahan pasal-pasal bermasalah itu
-
Namun, dalam menyampaikan aspirasi, Jokowi meminta tidak boleh disertai dengan aksi kerusuhan dengan merusak fasilitas umum.
-
Dua diantaranya adalah Mugi (40), pedagang telur gulung dan Odi (41), pedagang minuman.
-
Namun, para siswa tanpak kecewa, saat Koordinator Lapangan, Agung, mempertanyakan kehadiran para siswa ke lokasi itu.
-
Satu dari puluhan pelajar yang diamankan di Mapolresta Depok, bersikeras bahwa Revisi Undang-Undang yang tengah menjadi polemik akan merugikan rakyat.
-
Rencanaya, hari ini mereka akan berorasi dan melayangkan sejumlah tuntutan. Di antaranya adalah pencabutan UU yang tidak pro-rakyat
-
Pihak kepolisian mengamankan 6 terduga pelaku yang berencana membuat kekacauan dengan teror bom dalam Aksi Mujahid 212.
-
Massa Aksi dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) sudah berkumpul di depan Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat.
-
Namun, mengalami penambahan sebanyak 5.500 personel. Total ada sebanyak 26.000 personel gabungan yang disiagakan
-
Penutupan juga dilakukan di Jalan Majapahit. Sehingga kendaraan dari Jalan Medan Merdeka Timur tidak bisa belok ke kiri.
-
Massa pelajar dari Rangkasbitung ingin kembali ke tempat asalnya dan menggunakan KRL Commuterline, di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat.
-
Tak hanya pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), sejumlah pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) pun turut diamankan.
-
Kata Faisal, anggota TNI tersebut memberikan nasihat kepadanya tentang orang tua, khususnya ibu
-
Mahasiswa meminta kepada DPRD Pamekasan untuk sepakat dengan mahasiswa se-Pamekasan menolak terkait RKUHP dan UU KPK
-
Seputar aksi unjuk rasa hari ini, masih dihadiri pelajar hingga rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR RI
-
Pangdam Jaya menyampaikan kepada seluruh personel agar selalu memonitor situasi yang berkembang di Ibu Kota Jakarta dan beberapa daerah.
-
Aksi para mahasiswa itu, mendapat pengawalan ketat dari pihak satpol PP, kepolisian yang berseragam lengkap
-
"Dema UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tidak sepakat dengan tuntutan yang menyatakan menggulingkan pemerintahan secara inkonstitusional."
-
assa pelajar SMP, SMA dan SMK mulai berkumpul di sekitaran gedung DPR-MPR RI, dekat Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, pada sekira pukul 10.45 WIB, Seni
-
Mereka diamankan, ketika berada di pinggir jalan raya hingga sedang menumpang mobil truk terbuka.
-
Jelang aksi unjuk rasa menolak RKUHP dan revisi UU KPK yang menurut rencana bakal digelar Senin (30/9/2019) hari ini, kondisi di depan Gedung DPR sepi
-
Mahasiswa kembali akan menggelar demonstrasi hari ini, Senin (30/9/2019). Demonstrasi hari ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelum-sebelumnya
-
Dua jurnalis korban kekerasan polisi, Darwin Fathir dan Saiful Rania kembali mendatangi Polda Sulsel, Senin (30/9/2019).
-
Menurut Syaiful, di dalam negara demokrasi penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh undang-undang.
-
Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana uji materi UU No 30 tahun 2002, tentang KPK, Senin (30/9/2019).