Sabtu, 30 Agustus 2025

Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Baru Tiba di Stasiun Palmerah, Massa Pelajar Dinasihati dan Disuruh Pulang oleh Anggota TNI

Kata Faisal, anggota TNI tersebut memberikan nasihat kepadanya tentang orang tua, khususnya ibu

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Massa pelajar dari Rangkasbitung ingin kembali ke tempat asalnya dan menggunakan kereta commuterline, di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, pada sekira pukul 11.35 WIB, Senin (30/9/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masih ada sejumlah pelajar yang nekat mengikuti aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).

Padahal, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah memperingatan agar siswa-siswi tetap mengikuti kegiatan belajar.

Salah satu rombongan pelajar yang baru tiba di Stasiun Palmerah, Jakarta yakni dari Rangkasbitung.

Namun, usaha mereka untuk ikut berdemonstrasi kandas karena diminta pulang oleh seorang anggota TNI.

Faisal (16), seorang pelajar dari Rangkasbitung itu  mengatakan diminta pulang oleh seorang anggota TNI.

"Pak TNI bilang, 'pulang saja, ingat ibu di rumah kasihan.' Saya disuruh pulang sama TNI. Saya keingatan orang tua jadinya. Benar juga kata pak TNI," kata Faisal, di area Stasiun Palmerah.

Faisal dan puluhan kawan-kawannya pun telah membeli tiket KRL Commuterline.

"Iya, jadi pulang," ucapnya.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pada sekira pukul 12.01 WIB, kereta yang ditumpangi mereka telah berangkat ke arah Rangkasbitung.

Namun, masih ada beberapa massa pelajar di dekat jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Palmerah.

Pelajar di Depok janjian lewat pesan singkat

Bukti chat pelajar yang janjian untuk ikut aksi demo di DPR.
Bukti chat pelajar yang janjian untuk ikut aksi demo di DPR. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Jajaran Polresta Depok berhasil mengamankan puluhan pelajar yang hendak mengikuti aksi demo di DPR RI.

Puluhan pelajar tersebut, diamankan dari sejumlah lokasi dan tengah menumpang truk bak terbuka.

Tak hanya pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), sejumlah pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) pun turut diamankan.

Dari belasan handphone yang disita milik pelajar, terungkap bahwa mereka telah janjian untuk ke DPR melalui pesan grup di aplikasi Whatsapp.

Halaman
123
Sumber: TribunJakarta
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan