TOPIK
Dimas Kanjeng Ditangkap
-
Salawat ini ditemukan dari sebuah kalimat yang ada di brosur Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi
-
Wajah Ketua MUI Jatim tak senang melihat spanduk besar tertulis karomah di samping foto Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
-
Benarkah di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ada gudang uang? Begini kesaksian Kapolres Probolinggo.
-
Saksi kunci dugaan penipuan Kanjeng Dimas Taat Pribadi senilai Rp 25 miliar telah meninggal dunia, namun kasus tidak lantas dihentikan.
-
Komisi VIII DPR RI meminta masyarakat tidak percaya dengan penggandaan uang di luar akal sehat atau gaib.
-
"Saya juga kurang tahu kenapa, karena yang direkrut bukan orang-orang bodoh tapi juga orang-orang terpelajar juga yang bisa dipengaruhi."
-
Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengaku di depan wartawan ia memiliki ilmu seperti ini untuk gandakan uang.
-
Total laporan ada tiga, rinciannya dua di Polda Jatim, satu di Bareskrim.
-
Enam hari sejak diamankan polisi, Dimas Kanjeng Taat Pribadi belum menunjukkan kemampuannya menggandakan uang.
-
Punya ribuan pengikut, Dimas Kanjeng Taat Pribadi dianggap sakti mandraguna. Sejumlah pengikutnya dari orang biasa sampai pejabat.
-
Rombongan MUI Jawa Timur rapat bersama MUI Probolinggo diduga menyoal ajaran Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
-
Bahkan, ada beberapa dari pengikutnya yang merupakan pensiunan TNI dan Polri.
-
Dia merupakan salah satu pengikut Dimas Kanjeng dan percaya bahwa yang bersangkutan bisa menggandakan uang.
-
Untuk mengetahui bagaimana penanganan kasus pembunuhan dengan tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Kompas Petang akan membahasnya bersama Kabid Humas
-
Untuk mengetahui bagaimana penanganan kasus pembunuhan dengan tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Kompas Petang akan membahasnya bersama Kabid Humas
-
Hal tersebut terungkap saat seorang petugas mendatangi tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi ke sebuah ruangan.
-
Pengikut yang datang dari sejumlah daerah di Indonesia itu rela meninggalkan keluarga dan pekerjaan demi menunggu pencairan penggandaan uang.
-
Boy menjelaskan itu merupakan bentuk antisipasi dari Polri, kalau-kalau ada perlawanan dari para pengikut Kanjeng Dimas Taat Pribadi.
-
"Saya yang klenik-klenik gitu enggak percaya. Katanya ada beberapa jenderal banyak gandakan uang di situ, itu yang saya dengar," kata Mahfud.
-
Kamto mengaku saat itu terpesona oleh sosok Dimas Kanjeng, yang menurutnya begitu berwibawa dan berkharisma.
-
Gerakan kedua tangan dari balik badan, segepok uang pecahan Rp 100 ribu berada di tangannya.
-
Dimas Kanjeng Taat Pribadi, pemilik padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, tengah mengawasi pengikutnya menghitung tumpukan uang.
-
Setelah digerebek aparat Polda Jawa Timur, padepokan milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo terus didatangi warga sekitar.
-
Beberapa pengunjung mengaku penasaran apa penyebab penangkapan Dimas Kanjeng.
-
Siapakah dia? Berikut kami tampilkan profil Marwah Daud Ibrahim.
-
Marwah juga tampak terlihat berada di lokasi padepokan milik Dimas Kanjeng saat polisi mengerahkan anggotanya untuk menangkap Dimas Kanjeng.
-
Pada masa kampanye pilpres lalu, Mahfud MD yang saat itu menjadi ketua tim kampanye pasangan Prabowo-Hatta sempat mendatangi padepokan Dimas Kanjeng.
-
Setelah tangannya ditarik, tiba-tiba muncul segepok uang, yang langsung dihamburkannya ke lantai.
-
Polisi menangkap Dimas Kanjeng karena diduga sebagai otak di balik kasus pembunuhan dua anggota padepokannya, yakni Ismail Hidayah dan Abdul Ghani.
-
Aparat tengah berupaya mencari cara memberikan pemahaman terhadap pengikut ajaran Dimas Kanjeng yang dinilai menyimpang.